IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Laba BTPN Syariah Capai Rp655 Miliar di Semester I 2026

Gedung kantor PT Bank BTPN Syariah Tbk di Jakarta
PT Bank BTPN Syariah Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp655 miliar pada semester pertama tahun 2026.

Jakarta, Gonesia.com – PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) berhasil membukukan laba bersih senilai Rp 655 miliar sepanjang semester pertama tahun 2026.

Capaian positif ini didorong oleh terjaganya kualitas pembiayaan di tengah upaya perseroan melakukan ekspansi bisnis ke segmen di luar komunitas.

Kinerja keuangan tersebut mencerminkan resiliensi perusahaan dalam menghadapi dinamika ekonomi selama enam bulan pertama tahun ini.

Total aset BTPS tercatat mengalami peningkatan sebesar 8 persen secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 23 triliun.

Penyaluran pembiayaan turut mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan nominal mencapai Rp 11 triliun.

Implementasi B50 Berpotensi Hapus Impor Solar Namun Beban Subsidi Tetap Menantang

Stabilitas profitabilitas perseroan terlihat dari rasio return on asset (RoA) yang berada di level 7,2 persen.

Kondisi permodalan bank tetap berada dalam posisi yang sangat kuat dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) mencapai 58,7 persen.

Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, menyatakan bahwa kualitas pembiayaan menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan berkelanjutan perseroan.

Ia menilai bahwa kualitas pembiayaan bukan sekadar indikator kesehatan bisnis bank semata.

Menurutnya, angka tersebut juga menunjukkan peningkatan kapasitas nasabah dalam mengelola serta mengembangkan usaha mereka.

Tekanan Geopolitik dan Impor Bayangi Rupiah di Awal Pekan 27 Juli

“Memasuki tahun ke-12, kami akan terus memperkokoh fondasi melalui kualitas pembiayaan yang sehat serta bertumbuh lebih beragam melalui pengembangan inisiatif baru bagi nasabah kami. Kami percaya, semakin besar dampak yang kami hadirkan bagi nasabah, semakin kuat pula pertumbuhan berkelanjutan yang dapat kami ciptakan,” ungkap Fachmy dalam keterangan resminya yang dikutip Katadata pada Ahad (26/7).

Dia menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari model bisnis yang memadukan layanan pembiayaan dengan pendampingan intensif bagi pelaku usaha ultra mikro.

Selama 12 tahun, perseroan secara konsisten memberikan akses modal sekaligus membangun kapasitas nasabah melalui penanaman empat perilaku unggul.

Perilaku tersebut meliputi sikap berani berusaha, disiplin, kerja keras, dan saling bantu yang disingkat sebagai BDKS.

Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan ketahanan usaha nasabah terhadap berbagai kondisi ekonomi yang fluktuatif.

Ketidakpastian Ekonomi Tekan Peringkat Kredit Korporasi Indonesia di 2026

Selain mempertahankan fokus pada bisnis inti, BTPS kini mulai merambah ruang pertumbuhan baru melalui pengembangan pembiayaan nonkomunitas.

Langkah strategis ini mencakup penyaluran pinjaman individu serta pembiayaan kepada lembaga nonkeuangan sebagai bagian dari rencana jangka panjang.

Diversifikasi tersebut diharapkan mampu memperluas sumber pendapatan sekaligus memperkuat fundamental bisnis perusahaan.

Hingga saat ini, BTPS tetap memosisikan diri sebagai bank yang melayani masyarakat inklusi dengan perempuan sebagai sasaran utama pemberdayaan.

Perseroan meyakini bahwa peningkatan kapasitas perempuan akan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga secara luas.

Proses pendampingan di lapangan dilakukan oleh community officer atau yang dikenal sebagai #bankirpemberdaya.

Para petugas tersebut merupakan perempuan muda lulusan SMA yang telah mendapatkan pelatihan khusus.

Mereka bertugas mendampingi keluarga prasejahtera produktif di berbagai sentra nasabah di seluruh Indonesia.

Pemantauan internal menunjukkan penurunan jumlah nasabah yang berada dalam kategori kemiskinan ekstrem.

Selain itu, terdapat peningkatan jumlah keluarga yang mampu menyekolahkan anak-anak mereka berkat program pemberdayaan tersebut.

Saat ini, BTPS didukung oleh sekitar 14.500 karyawan yang mayoritas merupakan tenaga kerja perempuan.

Perseroan melayani sekitar 7 juta nasabah dengan 3,81 juta di antaranya merupakan nasabah aktif yang tersebar di 247 ribu komunitas.

Jangkauan operasional bank ini mencakup 2.650 kecamatan di 26 provinsi di Indonesia.

Ketangguhan fundamental bisnis BTPS juga mendapatkan pengakuan eksternal berupa peringkat kredit AAA(idn) dari Fitch Ratings.

Peringkat dengan prospek stabil tersebut telah dikonfirmasi oleh lembaga pemeringkat terkait pada Februari 2026 lalu.

Komentar