IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Transaksi Emas Digital di ICDX Melonjak Jadi Rp172,7 Triliun Semester I-2026

Grafik kenaikan nilai transaksi perdagangan emas digital di ICDX mencapai Rp172,7 triliun pada semester I-2026.
Nilai transaksi perdagangan emas digital di ICDX melonjak drastis hingga Rp172,7 triliun sepanjang semester I-2026.

JAKARTA, Gonesia.com – Perdagangan emas fisik secara digital di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) mencatatkan lonjakan transaksi signifikan mencapai 338 persen sepanjang semester I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data bursa menunjukkan total volume perdagangan emas digital pada paruh pertama tahun ini menyentuh angka 15.149.074 gram.

Peningkatan volume tersebut berbanding lurus dengan nilai transaksi yang melonjak drastis sebesar 601 persen.

Nilai perdagangan emas pada semester I-2026 tercatat mencapai Rp 172,7 triliun, melonjak tajam dari capaian sebesar Rp 24,6 triliun pada periode yang sama di tahun 2025.

Plt Direktur Utama ICDX, Nursalam, menilai tren positif ini merupakan cerminan dari meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk menjadikan emas digital sebagai instrumen investasi yang kredibel.

Rupiah Melemah ke Rp17.973 per Dolar AS Akibat Tekanan Geopolitik

Ia menambahkan, pihaknya terus memperkuat ekosistem dengan mengedepankan aspek transparansi serta independensi di pasar.

“Sebagai Bursa, ICDX akan terus menjaga independensi dan transparansi perdagangan, serta tentunya menjalankan literasi dan edukasi berkelanjutan melibatkan semua pemangku kepentingan, baik itu regulator maupun pedagang emas digital,” ujar Nursalam dalam keterangan resmi yang dirilis Jumat (24/7/2026) sebagaimana dikutip dari Kontan.

Saat ini, terdapat enam pedagang emas digital yang telah terdaftar resmi sebagai anggota bursa ICDX.

Deretan pedagang tersebut terdiri dari PT Indogold Makmur Sejahtera (Indogold) dan PT Indonesia Logam Pratama (Treasury).

Selain itu, terdapat PT Laku Emas Indonesia (Laku Emas), PT Syariah Koin Indonesia (ShariaCoin), PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Brankas LM), serta PT Pluang Emas Sejahtera (Pluang).

IHSG Melemah 1,34% di Sesi Pagi, Simak Penyebabnya Hari Ini

Nursalam menegaskan bahwa bursa terus berkomitmen memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat yang memilih emas sebagai diversifikasi aset.

Langkah strategis lainnya yang diambil ICDX adalah dengan bergabung ke dalam Indonesia Bullion Market Association (IBMA).

“Terkait ekosistem emas di Indonesia, saat ini ICDX juga telah menjadi bagian dari Indonesia Bullion Market Association (IBMA),” lanjutnya.

Ketua Persatuan Pedagang Emas Digital Indonesia (PPEDI), Anang Samsudin, mengungkapkan bahwa faktor utama pertumbuhan ini adalah meningkatnya literasi keuangan masyarakat.

Volatilitas harga emas yang cenderung tinggi di pasar global turut memicu investor untuk melakukan diversifikasi aset melalui instrumen digital.

Harga Minyak Lanjutkan Reli Akibat Memanasnya Konflik di Timur Tengah

“Sebagai asosiasi emas digital di Indonesia, PPEDI terus mendukung para anggota untuk meningkatkan literasi masyarakat serta berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas pasar emas digital di Indonesia,” ujar Anang.

Keamanan nasabah tetap menjadi fokus utama asosiasi dalam menjaga keberlangsungan industri ke depan.

Ia memastikan bahwa setiap transaksi yang dilakukan nasabah wajib didukung oleh ketersediaan aset emas fisik dengan rasio 1:1 sebagai aset dasar atau underlying asset.

IBMA sendiri berperan penting dalam mendorong pengembangan pasar bullion yang efisien, kredibel, dan berkelanjutan di Indonesia.

Selain ICDX, keanggotaan IBMA mencakup berbagai institusi keuangan dan perusahaan logam mulia terkemuka di tanah air.

Beberapa di antaranya yakni PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), serta PT Amman Mineral Internasional Tbk.

Daftar keanggotaan juga mencakup PT Untung Bersama Sejahtera, PT Laku Emas Indonesia, PT Brinks Solutions Indonesia, dan PT Central Mega Kencana.

Perusahaan lainnya yang tergabung adalah PT Hartadinata Abadi Tbk, PT Pegadaian Galeri Dua Empat (Galeri 24), serta PT Sentral Kreasi Kencana.

Komentar