Surabaya, Gonesia.com – Kreativitas dan visi bermain Lionel Messi dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris menuai apresiasi luas dari berbagai kalangan, termasuk playmaker Persebaya Surabaya, Francisco Rivera.
Gelandang asal Meksiko tersebut secara terbuka menjagokan Argentina untuk merengkuh gelar juara dunia tahun ini.
Dukungan Rivera didasarkan pada kekagumannya yang mendalam terhadap sosok megabintang tersebut.
Ia menilai bahwa peran kapten timnas Argentina itu di atas lapangan hijau masih tak tertandingi oleh pemain mana pun.
“Secara personal, saya ingin Argentina yang menang karena Lionel Messi adalah pemain favorit saya. Namun, tentu saja tim-tim lain juga memiliki peluang yang sama besarnya di Piala Dunia ini,” ujar Francisco Rivera saat Media Day, Jumat (17/7/2026).
Pernyataan tersebut mencerminkan penghormatan tinggi terhadap kemampuan Messi dalam menentukan hasil akhir pertandingan.
Performa impresif Messi saat menyingkirkan Inggris dengan skor 2-1 menjadi bukti sahih kualitas sang kapten.
Meskipun tidak mencatatkan namanya di papan skor, ia berhasil memberikan dua assist krusial yang mengantarkan La Albiceleste melaju ke partai final.
Keberhasilan Argentina tidak lepas dari keputusan taktis pelatih Lionel Scaloni yang menggeser posisi Messi di babak kedua.
Perpindahan posisi dari area tengah ke sisi kanan lapangan terbukti mampu memecah konsentrasi pertahanan Inggris yang sempat memimpin lebih dulu.
Kiper Argentina, Emiliano Martinez, mengakui bahwa perubahan strategis tersebut menjadi titik balik kemenangan timnya.
Ia menegaskan bahwa keputusan menempatkan Messi di sayap adalah kunci bagi keberhasilan mereka di semifinal.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi mutlak sang megabintang dengan sembilan dribel sukses dan empat peluang tercipta.
Ia bahkan tercatat sebagai pemain pertama sejak 1966 yang mampu membukukan sembilan dribel sukses sekaligus dua assist dalam satu pertandingan fase gugur.
Kontribusi nyata terlihat saat ia melepaskan umpan sepak pojok yang dikonversi menjadi gol oleh Enzo Fernandez pada menit ke-85.
Tak berhenti di situ, umpan silang akuratnya di masa injury time sukses diselesaikan oleh Lautaro Martinez untuk mengunci kemenangan.
Pandit sepak bola Micah Richards menyoroti kecerdasan Messi dalam membaca ruang serta menentukan momentum serangan.
Menurutnya, pemain tersebut memiliki kemampuan unik untuk tiba-tiba menjadi hidup saat bola berada di kakinya setelah sebelumnya tampak berjalan santai di lapangan.
Kini, seluruh mata dunia tertuju pada partai puncak yang akan menentukan apakah Argentina mampu memenuhi ekspektasi pendukungnya.
Jika berhasil mengangkat trofi, pencapaian tersebut akan menjadi penyempurna bagi karier panjang Messi di panggung internasional.
Harapan besar yang disuarakan oleh para penggemar sepak bola di seluruh penjuru dunia kini bersatu untuk menyaksikan aksi terakhir sang legenda di final Piala Dunia 2026.


