Roma, Gonesia.com – Legenda sepak bola Italia, Dino Zoff, memberikan restu penuh terhadap penunjukan Paolo Maldini sebagai direktur teknik baru Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) untuk menakhodai proyek jangka panjang Gli Azzurri hingga Piala Dunia 2030.
Langkah strategis ini diharapkan mampu menjadi titik balik bagi tim nasional Italia yang sedang berupaya keluar dari krisis prestasi setelah absen dalam tiga edisi Piala Dunia berturut-turut.
Maldini resmi mengikat kontrak selama empat tahun untuk memimpin seluruh aspek teknis tim nasional dengan dukungan penuh dari mantan rekan setimnya, Leonardo, yang kini menjabat sebagai penasihat khusus.
Kolaborasi ini akan bekerja di bawah payung kepemimpinan Presiden FIGC, Giovanni Malago, guna merestrukturisasi fondasi sepak bola Italia yang sempat goyah.
Zoff menilai bahwa pemilihan sosok Maldini merupakan keputusan yang paling logis mengingat rekam jejak, kharisma, dan pemahaman mendalam sang legenda AC Milan tersebut terhadap ekosistem sepak bola di negara asalnya.
“Itu adalah pilihan yang sepenuhnya saya pahami,” ujar Zoff.
Ia menyoroti bahwa Maldini memiliki koneksi emosional dan profesional yang kuat dengan sejarah sepak bola Italia, termasuk hubungan personal yang terbangun saat ia melatih Maldini di tim nasional.
Sang kiper legendaris peraih gelar juara dunia 1982 itu juga mengenang kontribusi besar keluarga Maldini terhadap kejayaan Italia di masa lalu.
“Saya juga tidak bisa melupakan ayahnya, Cesare Maldini, yang merupakan asisten Bearzot ketika saya memenangkan Piala Dunia pada tahun 1982,” tutur Zoff.
Pria yang kini berusia lanjut itu menegaskan bahwa kombinasi antara kompetensi teknis dan karakter kepemimpinan Maldini merupakan aset krusial untuk memperbaiki citra tim nasional.
Ia juga mendukung penuh keterlibatan Leonardo sebagai orang kepercayaan Maldini dalam menjalankan roda organisasi.
“Maldini adalah pilihan yang tepat dalam hal karakter, karisma, dan kompetensi. Saya juga memahami pilihan Leonardo sebagai penasihat. Sudah seharusnya seorang pemimpin mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang dia percayai,” imbuh dia.
Namun, ia memberikan catatan keras terkait pentingnya otonomi penuh bagi direktur teknik baru tersebut agar visi yang disusun dapat berjalan tanpa hambatan birokrasi.
“Penilaian yang sama harus diterapkan pada pelatih berikutnya yang datang. Maldini harus bebas mengikuti keyakinannya, tanpa campur tangan eksternal. Itu tidak akan datang dari saya, saya tidak punya nama untuk disarankan untuk peran tersebut,” ucap dia.
Menurutnya, efektivitas proyek ini sangat bergantung pada struktur pembagian tugas yang jelas di dalam tubuh federasi.
Ia berharap seluruh elemen di FIGC memiliki kesadaran kolektif mengenai urgensi perbaikan posisi Italia di peta sepak bola dunia saat ini.
“Sangat penting untuk memiliki kejelasan tentang peran dan tanggung jawab. Saya tidak meragukan Malago, saya mengenalnya dengan baik. Saya berharap ada kesadaran tentang posisi kita saat ini di seluruh organisasi yang terkait dengan tim nasional,” lanjutnya.
Publik Italia menaruh harapan besar bahwa kepemimpinan baru ini mampu membawa kembali kejayaan Gli Azzurri di ajang internasional.


