Jakarta, Gonesia.com — Investor kawakan Lo Kheng Hong semakin mempertebal posisinya di PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) melalui aksi akumulasi saham yang konsisten dilakukan sepanjang paruh pertama tahun 2026.
Langkah strategis ini menandai keyakinan tinggi investor tersebut terhadap fundamental produsen ban nasional tersebut di tengah dinamika pasar modal.
Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per Juni 2026 yang dikelola PT Datindo Entrycom, ia menambah kepemilikan sebanyak 1,62 juta lembar saham sepanjang bulan tersebut.
Total koleksi saham pria yang kerap dijuluki Warren Buffett Indonesia ini kini menyentuh angka 237.450.900 lembar.
Jumlah tersebut setara dengan 6,814% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh oleh emiten bersandi GJTL itu.
Porsi kepemilikan ini mengalami peningkatan dibandingkan posisi bulan Mei 2026 yang mencatatkan angka di level 6,77%.
Aksi borong saham ini disinyalir mendapatkan momentum tambahan setelah ia menerima guyuran dividen tunai dari perseroan.
Estimasi nilai dividen yang diterima dari kepemilikan tersebut mencapai sekitar Rp18,62 miliar sebelum dipotong pajak.
Pembayaran hak pemegang saham tersebut diketahui telah diselesaikan oleh perusahaan pada tanggal 18 Juni 2026 lalu.
Tren akumulasi yang dilakukan oleh investor kawakan ini sebenarnya sudah terlihat jelas sejak kuartal pertama tahun 2026.
Data mencatat bahwa pada akhir Maret 2026, ia tercatat memiliki 218.032.800 saham atau setara dengan 6,257% kepemilikan.
Artinya, dalam rentang waktu Maret hingga Juni 2026, ia telah menambah kepemilikan sebanyak 19.418.100 saham di Gajah Tunggal.
Peningkatan porsi tersebut terjadi seiring dengan berkurangnya kepemilikan investor publik dengan porsi di bawah 5% dalam bentuk nonwarkat.
Data mencatat porsi publik berkurang sebanyak 1.619.604 saham yang kemudian terserap masuk ke portofolio milik Lo Kheng Hong.
Sementara itu, struktur pemegang saham pengendali hingga saat ini masih tetap stabil dan tidak menunjukkan adanya perubahan.
Denham Pte Ltd masih memegang posisi dominan dengan penguasaan 1.724.972.443 saham atau sekitar 49,5% dari total modal disetor.
Demikian pula dengan Compagnie Financiere yang tetap mempertahankan kepemilikan sebesar 348.480.000 saham atau setara 10% dari total porsi saham.
Konsistensi akumulasi saham ini mencerminkan strategi investasi jangka panjang yang memang menjadi ciri khas dari investor tersebut dalam mengelola asetnya.
Dengan posisi yang semakin kuat, ia kini mengukuhkan diri sebagai salah satu pemegang saham individu dengan porsi terbesar di luar pihak pengendali perseroan.
Kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa meskipun pasar bergerak fluktuatif, minat terhadap saham sektor otomotif dan pendukungnya tetap terjaga.
Pihak manajemen PT Gajah Tunggal Tbk sendiri hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait perubahan struktur pemegang saham tersebut.
Namun, data registrasi efek menegaskan bahwa pergerakan kepemilikan saham di lantai bursa terus berlangsung secara dinamis setiap bulannya.
Para pelaku pasar akan terus memantau apakah aksi beli ini akan terus berlanjut pada periode semester kedua tahun 2026.


