Jakarta, Fenesia.com – Legenda Manchester United, Wayne Rooney, melayangkan kritik tajam terhadap performa Bruno Fernandes menyusul kegagalan Timnas Portugal di Piala Dunia 2026.
Ia menyoroti kegagalan taktis Fernandes sebagai pengatur serangan yang mengakibatkan Cristiano Ronaldo tidak mendapatkan suplai bola memadai saat Portugal takluk 0-1 dari Spanyol di babak 16 besar.
Rooney secara tegas menyatakan bahwa Portugal telah menyia-nyiakan potensi terbesar Ronaldo sebagai predator di depan gawang lawan selama turnamen tersebut berlangsung.
“Jika Anda memainkan Cristiano Ronaldo, maka Anda harus memanfaatkannya. Bola seharusnya bisa dikirim ke kotak penalti, tetapi Bruno memilih tidak melakukannya,” ujar Rooney dikutip dari jpnn.com pada Senin (6/7/2026).
Ia menilai bahwa keputusan Fernandes yang jarang mengirimkan umpan ke kotak penalti menjadi penyebab utama macetnya aliran serangan tim.
Menurut mantan kapten Timnas Inggris tersebut, Ronaldo masih memiliki insting tajam yang sangat berbahaya jika mendapatkan bola di area penalti atau dalam situasi bola mati.
Ia mempertanyakan strategi tim yang justru memaksa sang kapten sering menerima bola di posisi yang jauh dari gawang lawan.
“Jangan berikan bola kepadanya 30 yard dari gawang, karena itu bukan lagi kekuatan utamanya. Bawa bola ke kotak penalti, di sanalah dia masih sangat efektif,” tegasnya.
Analisis ini muncul di tengah sorotan tajam terhadap penampilan Bruno Fernandes yang dianggap gagal menjalankan peran sebagai jembatan lini tengah ke lini depan sepanjang turnamen.
Kritik tersebut juga menyiratkan bahwa Fernandes kurang tepat dalam mengambil keputusan krusial di saat tim sangat membutuhkan gol untuk membalikkan keadaan.
Akibat ketimpangan tersebut, Portugal dianggap telah mengabaikan senjata utama mereka yang masih dimiliki oleh sang megabintang berusia 41 tahun itu.
Minimnya umpan matang menyebabkan Ronaldo kesulitan menciptakan peluang bersih, meskipun ia tetap menunjukkan etos kerja tinggi di lapangan.
Rooney memberikan apresiasi atas dedikasi Ronaldo yang terus berusaha membuka ruang dan membantu membangun serangan dari lini depan sepanjang laga kontra Spanyol.
Namun, ia menegaskan bahwa kerja keras tersebut tidak membuahkan hasil karena minimnya dukungan maksimal dari rekan setimnya, khususnya dari sektor gelandang.
Kekalahan menyakitkan ini menjadi penutup perjalanan karier Cristiano Ronaldo di panggung Piala Dunia yang telah ia konfirmasi sebagai edisi terakhirnya.
“Saya tidak akan heran jika dia bermain untuk Portugal lagi karena dia memiliki mentalitas itu, tetapi ini adalah hari yang menyedihkan bagi sepak bola,” ujar dia.
Bagi Rooney, kegagalan Portugal bukan disebabkan oleh penurunan kualitas individu Ronaldo, melainkan ketidakmampuan kolektif tim dalam mengoptimalkan atribut terbaik sang kapten.
Kritik ini menjadi refleksi atas transisi generasi yang sedang dihadapi oleh skuad Portugal di bawah tekanan ekspektasi besar publik.
Kegagalan ini sekaligus mengakhiri impian Portugal untuk melaju lebih jauh dalam perebutan trofi bergengsi dunia tahun ini.

