AMERIKA SERIKAT, Gonesia.com – Kapten tim nasional Inggris, Harry Kane, tampil sebagai aktor utama dalam keberhasilan The Three Lions menaklukkan RD Kongo dengan skor 2-1 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Atalanta, Amerika Serikat, pada Rabu (1/7) tersebut sempat memberikan tekanan berat bagi skuad asuhan Gareth Southgate.
Inggris dikejutkan lewat gol cepat Brian Cipenga saat laga baru berjalan tujuh menit.
Ketertinggalan tersebut memaksa Inggris bekerja ekstra keras untuk membongkar pertahanan rapat RD Kongo.
Dominasi permainan yang dibangun Inggris baru membuahkan hasil pada babak kedua.
Harry Kane memecah kebuntuan bagi timnya dengan mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-75.
Tidak berhenti di situ, Kane kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-86 untuk membalikkan keadaan.
Kemenangan dramatis ini memastikan langkah Inggris melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Selanjutnya, Inggris dijadwalkan akan menghadapi Meksiko dalam laga krusial untuk memperebutkan tiket perempat final.
Terkait performa impresifnya, Harry Kane mengungkapkan rasa syukur atas kontribusi yang ia berikan bagi tim.
“Siapa pun bisa memiliki momen sebagai pahlawan, dan hari ini giliran saya. Sepanjang pekan kami juga berbicara untuk tetap menjadi diri sendiri,” ujar Kane seperti dikutip dari laman resmi FIFA, Kamis (2/7).
Penyerang Bayern Munchen tersebut menekankan bahwa kunci kemenangan Inggris terletak pada kolektivitas tim.
Menurutnya, setiap pemain dalam skuad Inggris harus memiliki mentalitas untuk menjadi penentu kemenangan di lapangan.
Kane juga mengakui bahwa jalannya pertandingan melawan RD Kongo berlangsung sangat sengit dan menantang.
“Rasanya hebat sekali. Pertandingan yang benar-benar gila. Mereka adalah tim yang tangguh dan setelah jeda minum pertama kami bermain jauh lebih baik. Kiper mereka melakukan sejumlah penyelamatan yang luar biasa,” ungkap Kane sebagaimana dimuat dalam laman resmi FIFA.
Terlepas dari keberhasilan tersebut, Kane memberikan catatan kritis terhadap penampilan rekan-rekannya sepanjang 90 menit.
Ia menilai masih terdapat banyak aspek teknis yang harus segera dibenahi sebelum menghadapi laga berikutnya.
Evaluasi ini menjadi krusial mengingat tantangan di fase gugur akan jauh lebih berat dibandingkan babak penyisihan.
“Namun, di fase gugur seperti ini yang terpenting adalah bisa lulus. Kami sudah memasuki tahap turnamen ketika Anda harus berjuang keras untuk meraih kemenangan, dan itulah yang kami lakukan hari ini,” tegas Kane dikutip dari laman resmi FIFA.
Hasil ini sekaligus menjadi pengingat bagi Inggris untuk tetap waspada terhadap potensi kejutan dari tim-tim non-unggulan.
Ketergantungan terhadap momen individu kini menjadi sorotan utama dalam persiapan tim menuju babak selanjutnya.

