Batusangkar – Pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 60 unit hunian tetap atau huntap di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, sebagai bagian dari pemulihan warga terdampak banjir bandang dan bencana hidrometeorologi.
Hunian tersebut menjadi penopang penting bagi para penyintas untuk kembali menata kehidupan setelah kehilangan tempat tinggal. Saat ini, pemerintah juga mempercepat pembangunan kawasan huntap terpadu di Nagari Rambatan.
Sebanyak 79 unit tambahan ditargetkan selesai dalam dua bulan ke depan. Langkah ini ditempuh agar seluruh korban bencana memperoleh rumah yang layak dan aman.
Salah seorang penyintas, Dedi Burzal, menyampaikan rasa syukurnya atas rumah baru yang telah disediakan pemerintah. Ia menilai fasilitas itu memberi kepastian bagi warga untuk memulai kembali kehidupan dari awal.
Di sisi lain, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan anggaran Rp897 miliar untuk rehabilitasi infrastruktur Tanah Datar hingga 2026. Dana itu diarahkan pada perbaikan jalan, jaringan irigasi, saluran air, serta fasilitas pendukung lain yang dibutuhkan masyarakat.
Sektor pertanian juga masuk dalam prioritas pemulihan. Sebesar Rp52 miliar dialokasikan untuk rehabilitasi lahan dan jaringan irigasi agar produktivitas pertanian kembali pulih dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan BPBD Tanah Datar turut menyiapkan Rp112 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk membangun dua jembatan di Singgalang dan Tanjung Alam, sekaligus memperbaiki rumah warga yang rusak.
Selain itu, akses jalan nasional di kawasan Lembah Anai ditargetkan kembali berfungsi penuh pada akhir Juli 2026. Pemerintah berharap kondisi ini dapat memperlancar mobilitas warga dan distribusi logistik.
Untuk mencegah bencana susulan, pembangunan 10 unit sabo dam juga dipercepat. Saat ini, dua unit sudah rampung, sedangkan delapan lainnya masih dikerjakan.
Bupati Tanah Datar Eka Putra menegaskan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar seluruh program rehabilitasi tepat sasaran. Ia memastikan percepatan pemulihan terus dilakukan supaya warga bisa kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.

