Ekonomi

Rekomendasi Saham INDY, BBCA, dan DSSA untuk Perdagangan Rabu 17 Juni

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan lonjakan signifikan pada perdagangan awal pekan, Senin (15/6/2026). Indeks ditutup menguat 4,12 persen atau bertambah 247 poin ke level 6.254,96.

Reli IHSG ini didorong oleh sentimen positif global, terutama meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut memicu optimisme investor untuk kembali masuk ke pasar aset berisiko, termasuk pasar modal dan aset kripto.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun melalui RTI mencatat total volume perdagangan saham mencapai 54,61 miliar lembar. Sementara itu, nilai transaksi harian di pasar modal domestik menembus angka Rp 30,14 triliun.

Di tengah momentum kenaikan indeks, sejumlah analis pasar modal telah memetakan rekomendasi teknikal untuk perdagangan Rabu (17/6/2026). Rekomendasi ini mencakup analisis terhadap emiten dengan pergerakan harga yang menarik perhatian investor.

PT Indika Energy Tbk (INDY) menjadi salah satu saham yang disorot karena tren jangka pendeknya yang masih bergerak bullish. Saham ini terpantau berada di atas indikator MA10 pada level 2.070, dengan indikator MACD yang menunjukkan penguatan tren.

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Rp30.000 per Selasa 16 Juni 2026

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menjelaskan bahwa INDY saat ini sedang menguji level resistance di kisaran 2.480 hingga 2.500. Investor disarankan melakukan strategi buy on break dengan target harga di level 2.940, sembari tetap memperhatikan batasan risiko pada level support 2.040. Pada penutupan Senin, INDY menguat 4,87 persen ke posisi Rp 2.370 per saham.

Emiten perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), juga menarik perhatian setelah ditutup menguat 5,91 persen ke level Rp 6.275 per saham pada Senin lalu. Head of Online Trading BCA Sekuritas, Achmad Yaki, mencatat munculnya pola inverted hammer pada grafik BBCA.

Meski indikator stochastic menunjukkan kondisi overbought, penguatan RSI dan peningkatan volume transaksi tetap menjadi sinyal positif. Investor direkomendasikan melakukan trading buy dengan catatan waspada terhadap potensi aksi sell on strength (SOS) apabila harga gagal menembus level 6.250 hingga 6.450. Adapun level support ditetapkan pada Rp 5.750 dengan resistance di angka Rp 6.875.

Sementara itu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menunjukkan pola yang berbeda. Saham tersebut ditutup melemah 1,21 persen ke level Rp 815 per saham pada perdagangan Senin.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai pergerakan DSSA saat ini masih berada dalam fase bullish consolidation. Kondisi tersebut didukung oleh indikator Stochastics K_D dan RSI yang memberikan sinyal positif bagi pelaku pasar. Investor disarankan untuk tetap melakukan maintain buy pada saham ini, dengan memperhatikan level support di Rp 700 dan target resistance pada level Rp 1.005.

Suku Bunga The Fed Tetap Tinggi, Manfaatkan Peluang Reksadana USD

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

04

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

05

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

06

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

07

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru