Berita

Marinus Gea Dorong Transparansi Data WNA Terintegrasi Nasional

Medan – Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea mendorong pembenahan sistem data keimigrasian agar pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) di Indonesia berjalan lebih terbuka, akurat, dan terhubung secara nasional. Seruan itu ia sampaikan dalam pertemuan dengan jajaran keimigrasian daerah di sela Kunjungan Kerja Komisi XIII DPR RI ke Sumatera Utara, Jumat (12/6/2026).

Marinus menilai fungsi keimigrasian tidak sekadar mengatur lalu lintas keluar masuk orang asing, tetapi juga menjadi garda depan dalam menjaga kedaulatan negara melalui pengawasan aktivitas WNA di dalam negeri. Karena itu, menurut dia, kualitas data menjadi kunci utama dalam kerja pengawasan.

“Imigrasi ini adalah institusi penjaga gerbang masuk keluarnya orang asing di Indonesia dan juga institusi yang melakukan pengawasan terhadap gerak-gerik serta aktivitas orang asing di Indonesia untuk menjaga kedaulatan negara kita,” ujar Marinus.

Ia menyoroti kondisi data yang selama ini dinilai belum sepenuhnya transparan. Situasi itu, kata dia, kerap memunculkan tanda tanya soal akurasi maupun keterbukaan informasi yang diterima petugas di lapangan.

“Data yang disajikan selama ini sering memunculkan pertanyaan karena kita menduga masih ada ketidaktransparanan. Untuk itu perlu digitalisasi yang lebih transparan agar akses data bisa dilakukan secara nasional dan terintegrasi,” katanya.

Menkomdigi Ajak Warga Jaga Aspirasi Damai dan Ruang Digital

Marinus menjelaskan, pusat memang sudah memiliki akses terhadap data nasional. Namun, akses tersebut belum cukup jika tidak mengalir hingga ke kantor wilayah dan kantor imigrasi di daerah yang justru menghadapi beban pengawasan paling besar. Daerah disebut menjadi titik yang paling dekat dengan mobilitas dan aktivitas orang asing.

Ia menekankan pentingnya petugas daerah mengetahui riwayat perlintasan setiap WNA, termasuk dari mana seseorang masuk ke Indonesia dan apakah yang bersangkutan sudah keluar atau belum.

“Kalau pengawasan hanya dimonitor oleh pusat, tentu bebannya sangat besar. Kita memiliki banyak pintu masuk dan keluar orang asing di Indonesia. Karena itu distribusi pengawasan harus dilakukan melalui sistem digital yang terbuka dan terintegrasi,” tegasnya.

Untuk memperkuat pengawasan, Marinus juga mengusulkan pembangunan dashboard nasional yang dapat menampilkan seluruh data keimigrasian secara real time dalam satu tampilan. Melalui sistem itu, petugas bisa memantau jumlah kedatangan WNA, jenis izin tinggal, lokasi tinggal, masa berlaku izin, hingga jumlah orang asing yang telah meninggalkan Indonesia.

Menurut dia, integrasi data semacam itu akan membuat pengawasan lebih efektif sekaligus memperkuat akuntabilitas penyelenggaraan keimigrasian di seluruh daerah.

Dirut Nindya Karya Maksimalkan Pembangunan Sekolah Rakyat Serdang Bedagai

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

04

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

05

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru