JAKARTA – Manajemen Persija Jakarta resmi menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala baru untuk mengarungi kompetisi Super League musim 2026/2027. Pengumuman ini disampaikan secara resmi oleh pihak klub pada Senin (8/6/2026), menyusul keputusan manajemen untuk mengakhiri kerja sama dengan Mauricio Souza yang dinilai gagal memenuhi target juara pada musim sebelumnya.
Penunjukan Shin Tae-yong menjadi sorotan tajam publik sepak bola nasional, mengingat rekam jejaknya yang pernah menjabat sebagai pelatih tim nasional Indonesia selama lima tahun, tepatnya sejak Januari 2020 hingga Desember 2024. Setelah menyelesaikan masa baktinya di timnas, juru taktik asal Korea Selatan tersebut sempat mencoba peruntungan di Liga Korea Selatan dengan menangani Ulsan HD pada Agustus 2025, namun kiprahnya di sana hanya bertahan selama dua bulan sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.
Bagi Persija Jakarta, sosok Shin Tae-yong bukanlah figur yang asing, meski memiliki catatan sejarah yang cukup kontroversial. Selama menangani timnas Indonesia, Shin kerap terlibat gesekan kepentingan dengan manajemen Persija, terutama terkait kebijakan pemanggilan pemain untuk pemusatan latihan jangka panjang. Tidak jarang, Shin memanggil hingga 10 pemain sekaligus dari skuad Macan Kemayoran, yang kemudian memicu kritik keras dari pelatih Persija periode 2022-2024, Thomas Doll.
Konflik antara keduanya sempat memanas di ruang publik. Thomas Doll secara terbuka melayangkan kritik terhadap metode kepelatihan Shin, terutama mengenai kurangnya komunikasi dalam pemanggilan pemain. Doll berpendapat bahwa pemain muda membutuhkan menit bermain di kompetisi resmi klub untuk berkembang, bukan sekadar menjalani pemusatan latihan. Ketegangan mencapai puncaknya ketika Doll melontarkan komentar keras yang menyebut Shin seperti “badut” karena keterlibatannya dalam iklan komersial, sebuah pernyataan yang memicu perdebatan luas di kalangan suporter.
Kini, Shin Tae-yong harus menanggalkan masa lalu tersebut dan fokus pada target utama yang dibebankan manajemen, yakni membawa Persija menjuarai Super League 2026/2027. Tantangan ini tergolong berat, mengingat Thomas Doll merupakan salah satu pelatih paling sukses di Persija dalam beberapa tahun terakhir. Doll tercatat sebagai sosok yang mampu membawa Macan Kemayoran menjadi runner-up Liga 1 2022/2023, sebuah pencapaian terbaik klub sejak menjuarai liga pada 2018 di bawah asuhan Stefano Cugurra.
Selain itu, Doll memegang rekor sebagai pelatih terakhir yang mampu bertahan di kursi panas Persija selama lebih dari dua tahun. Keberhasilan tersebut menetapkan standar ekspektasi yang tinggi bagi Shin Tae-yong. Suporter Persija, The Jakmania, kini menanti pembuktian apakah Shin mampu membawa perubahan taktis yang signifikan dan mempersembahkan trofi juara. Untuk bisa diterima sepenuhnya oleh pendukung setia klub, Shin dituntut memberikan hasil instan di musim perdananya, atau setidaknya menyamai prestasi yang pernah diukir oleh pendahulunya tersebut.

