ATLANTA – Bintang muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal, menebar ancaman bagi lawan-lawannya di Piala Dunia 2026. Pemain berusia 18 tahun ini bertekad tampil maksimal dan mengibaratkan dirinya sebagai seorang “superhero” saat berada dalam performa puncak di lapangan hijau.
Meski saat ini masih menjalani proses pemulihan cedera hamstring, Yamal tetap optimistis dapat segera kembali ke kondisi fisik terbaik. Ia menargetkan untuk membantu La Furia Roja meraih trofi juara dunia untuk kali pertama sejak 2010.
Yamal saat ini menjadi salah satu talenta paling bersinar di dunia sepak bola. Jebolan akademi La Masia ini telah mengoleksi enam gelar bersama Barcelona, termasuk menjuarai La Liga musim 2025/2026, serta menjadi pilar penting keberhasilan Spanyol merengkuh trofi Euro 2024.
Dalam wawancara dengan FIFA, Yamal mengaku bahwa performa terbaiknya sangat bergantung pada kenyamanan dan rasa bahagianya di atas lapangan.
“Saat dalam performa terbaik, rasanya seperti menjadi seorang superhero. Saya merasa lebih cepat, lebih kuat, dan penuh adrenalin. Rasanya tidak ada yang bisa menghentikan saya,” ujar Yamal.
Ia menambahkan bahwa kreativitasnya sangat dipengaruhi oleh suasana hati. Jika tidak menikmati pertandingan, permainannya cenderung datar. Namun, jika ia merasa bahagia, aliran permainannya akan menjadi lebih hidup dan bebas.
Di sisi lain, kondisi fisik Yamal saat ini masih dipantau ketat. Ia sempat dikhawatirkan absen pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026 melawan Cape Verde yang akan digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada 15 Juni 2026 mendatang.
Optimisme mengenai peluang Spanyol juga datang dari pengamat sepak bola tanah air, Muhammad Isnaini. Mantan striker PSPS Pekanbaru itu menjagokan Spanyol sebagai kandidat kuat peraih gelar juara Piala Dunia 2026.
Isnaini memprediksi laga final akan mempertemukan Spanyol dengan Belanda. Menurutnya, dominasi pemain muda yang ditempa dalam kompetisi Liga Spanyol yang ketat menjadi kunci utama kekuatan skuad asuhan Luis de la Fuente.
“Spanyol punya pemain muda berbakat dan racikan taktik yang apik dari Luis de la Fuente. Mereka akan menjadi kekuatan yang sulit dibendung untuk memenangi Piala Dunia tahun ini,” pungkasnya.

