Jakarta – Kejuaraan Nasional Berburu Hama Babi Liar yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai daerah berlangsung tertib dan menjadi salah satu agenda berburu nasional terbesar pada tahun ini. Panitia menilai tingginya antusiasme peserta menunjukkan perkembangan positif olahraga berburu di Indonesia.
Ketua Panitia, Umar Surya Fana, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Ia juga memberikan apresiasi kepada peserta, official, juri, serta aparat keamanan yang ikut mengawal jalannya kejuaraan.
“Puji syukur kita panjatkan karena Kejuaraan Nasional Berburu Hama Babi Liar telah berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat sportivitas,” ujar Umar, Selasa, 26 Mei 2026.
Menurut dia, ajang ini tidak semata-mata menjadi kompetisi, tetapi juga wadah memperkuat solidaritas komunitas berburu nasional. Selain itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap pengendalian hama secara bertanggung jawab.
Umar menegaskan panitia berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung penyelenggaraan acara. “Atas nama panitia, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, official, juri, aparat keamanan, serta semua pihak yang mendukung kegiatan ini,” katanya.
Kompetisi yang digelar secara daring dari Sekretariat Perbakin DKI Jakarta itu diikuti 581 peserta dari bidang berburu yang berasal dari 26 Pengprov Perbakin se-Indonesia. Selain peserta individu, turnamen ini juga mempertemukan 17 tim beregu nasional.
Panitia memastikan setiap tahapan lomba, mulai dari verifikasi data hingga penilaian hasil, telah dijalankan sesuai prosedur. Seluruh mekanisme tersebut mengacu pada petunjuk teknis yang disepakati dalam technical meeting.
Pada kategori Individu Limited, Yadi Mulyadi dari Jawa Barat keluar sebagai juara pertama setelah mencatat hasil buruan seberat 118,40 kilogram. Posisi berikutnya banyak diisi peserta dari Jawa Tengah.
Di kategori Individu Unlimited, gelar juara diraih dr. Emmanuel Randy Suryadi asal Kalimantan Selatan dengan hasil buruan 162,20 kilogram.
Untuk kategori Beregu Nasional, Jawa Barat menjadi yang terbaik lewat Tim 0605 yang diperkuat Rian, Bayu Purnama Ramadhan, dan Dedy. Tim ini mencatat total hasil buruan 209,95 kilogram.
Umar menilai keberagaman peserta dari berbagai provinsi menjadi sinyal baik bagi masa depan olahraga menembak berburu nasional. Menurut dia, ajang tersebut juga mempertemukan para peserta dalam suasana persaudaraan dan kebersamaan.
“Kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap pengendalian hama secara bertanggung jawab,” ujarnya.

