News

Prabowo Bahas Fenomena Deep State dalam Pidato Resmi di DPR

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyoroti fenomena *deep state* atau “negara dalam negara” yang disinyalir menjadi penghambat kinerja birokrasi di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Prabowo menegaskan bahwa oknum birokrat nakal yang merasa kebal hukum harus segera ditindak. Meski mengakui masih banyak aparatur sipil negara (ASN) yang berintegritas, ia mengibaratkan segelintir oknum tersebut sebagai “nila setitik yang merusak susu sebelanga”.

Menurut Prabowo, aktor *deep state* sering kali memanfaatkan posisi mereka yang tetap bertahan di birokrasi meskipun presiden dan menteri silih berganti. Ia mencontohkan taktik licik oknum tersebut yang kerap memanipulasi para menteri untuk menandatangani kebijakan yang menguntungkan pihak tertentu.

“Mereka sering menunggu menteri lelah untuk meminta tanda tangan kebijakan. Biasanya mereka datang pada pukul 17.30 saat menteri sudah capek,” ujar Prabowo di hadapan peserta rapat.

Tak hanya itu, Prabowo juga menyoroti kebiasaan birokrat yang gemar mempersulit prosedur. Ia mencatat, saat pemerintah pusat berupaya menyederhanakan perizinan, oknum justru menciptakan aturan teknis tambahan yang membuat iklim usaha menjadi semakin rumit.

Relawan Sumud Flotilla Alami Kekerasan dan Intimidasi oleh Pasukan Israel

Menanggapi hal tersebut, Prabowo memerintahkan seluruh menteri dalam kabinetnya untuk lebih waspada dan menertibkan jajaran birokrasi di bawahnya. Ia menekankan bahwa pengalaman panjang yang dimiliki oknum-oknum tersebut harus diawasi dengan ketat agar tidak menyalahgunakan wewenang.

Kehadiran Prabowo dalam rapat paripurna ini bertujuan untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF). Prabowo mencatatkan sejarah sebagai Presiden ke-8 RI pertama yang memaparkan KEM-PPKF secara langsung di hadapan parlemen.

Isu mengenai gangguan aktor *deep state* ini bukanlah kali pertama disinggung oleh Prabowo. Sebelumnya, ia sempat membahas ancaman serupa dalam sebuah diskusi bersama jurnalis dan pengamat pada 17 Maret 2026 lalu.

Komentar

Berita Populer

01

Bapenda Sumbar Latih Pemeriksa Pajak untuk Tingkatkan PAD

02

Purbaya Jelaskan Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

03

Rahmat Saleh Tekankan Guru Bentuk Karakter di Era AI

04

TB Hasanuddin Desak Kajian Matang Hibah Kapal Induk Italia

05

Basarnas Pastikan Masih Bisa Komunikasi dengan Korban Terhimpit Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

06

BSI Maslahat Resmikan Wakaf Sumur Bor, Atasi Krisis Air Desa Maman

07

AHY Gagas Giant Sea Wall Pantura Libatkan Investor dan 23 Kementerian

08

Pasaman Pacu 400 Atlet Lewati Tes Fisik Porprov 2026

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com