JAKARTA – BP Indonesia resmi menambah portofolio operasionalnya di tanah air setelah menyepakati tiga kontrak bagi hasil atau *Production Sharing Contract* (PSC) baru. Penambahan ini menjadikan total partisipasi perusahaan dalam blok minyak dan gas di Indonesia kini mencapai 11 blok.
Ketiga blok tersebut meliputi blok eksplorasi Bintuni dan Drawa yang terletak di Papua Barat, serta blok Barong di Jawa Timur. Penandatanganan kontrak dilakukan antara BP Indonesia dengan SKK Migas yang disaksikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Kesepakatan ini merupakan bagian dari hasil lelang wilayah kerja migas tahap II tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM.
EVP Gas & Low Carbon Energy BP Indonesia, William Lin, menjelaskan bahwa dua blok di Papua Barat memiliki posisi strategis karena letaknya yang berdekatan dengan fasilitas Tangguh LNG.
“Jika eksplorasi ini membuahkan hasil, kedekatan kedua blok tersebut dengan fasilitas kami yang sudah ada akan mempermudah pengembangan serta produksi sumber daya di masa depan,” ujar William melalui keterangan tertulis pada Kamis, 21 Mei 2026.
Terkait porsi kepemilikan, BP Indonesia memegang 49 persen saham di blok Barong, sementara 51 persen sisanya dimiliki oleh INPEX Corporation yang bertindak sebagai operator.
Penandatanganan ini bertepatan dengan momentum perayaan 60 tahun kehadiran BP di Indonesia. Pihak perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga standar keselamatan dan kinerja operasional.
“Kami berharap dapat terus bersinergi dengan pemerintah serta para mitra guna mendukung ketahanan energi dan tujuan pembangunan Indonesia ke depan,” pungkasnya.

