Pontianak – Polemik jawaban Josepha, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Pontianak, terus bergulir setelah ia dinilai menjawab benar pada sesi rebutan, tetapi jawaban itu justru dianggap salah oleh dewan juri. Keputusan tersebut memicu protes keras dari Josepha yang enggan menerima penilaian itu begitu saja.
Sikapnya menarik perhatian publik dan cepat menyebar luas di media sosial. Setelah peristiwa itu viral, Josepha kemudian diundang ke MPR RI pada Selasa, 12 Mei 2026, untuk dimintai klarifikasi terkait polemik yang terjadi.
Di tengah sorotan itu, Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda ikut memberi perhatian dengan menawarkan beasiswa kuliah S1 gratis ke China untuk Josepha. Melalui sambungan telepon, Rifqi mengatakan, “Josepha akan abang berikan beasiswa kuliah gratis di China.”
Tak hanya itu, ia juga menjanjikan kesempatan kerja di perusahaan multinasional setelah Josepha menyelesaikan pendidikannya. Namun, langkah yang semula tampak sebagai bentuk dukungan itu justru menuai reaksi miring dari warganet.
Mengacu pada unggahan akun Instagram RMOL pada Rabu malam, 13 Mei 2026, sejumlah pengguna media sosial menilai beasiswa seharusnya tidak diberikan hanya kepada Josepha, melainkan kepada seluruh anggota kelompok. Salah satu komentar datang dari akun @dinara_mashanti yang menulis, “1 kelompok dong pak yg dikasih beasiswa,” disertai emoticon api.
Komentar itu memicu balasan dari warganet lain. Akun @hestimaru menulis, “Baru mo komen gini,” sementara akun @nunie_widya menimpali, “Lha iya.. harusnya dikasih semua satu grup itu.”
Meski begitu, tidak semua pengguna setuju jika seluruh anggota kelompok memperoleh beasiswa. Akun @eustar95 menilai, “jgn dong kan yg lain cuma plongak plongok,” tulisnya.
Pandangan berbeda disampaikan akun @vandrshb yang menilai hanya Josepha yang mengalami tekanan mental dan berani bersuara. “Yang dapat tekanan mental cuman dia yang berani bersuara juga cuman dia wajar cuman dia dapt beasiswa.pake logika la,” tulisnya.

