Jakarta – Pemerintah menempatkan Satelit Nusantara Lima sebagai tonggak baru dalam upaya memperkuat kedaulatan digital Indonesia di ruang antariksa. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, satelit buatan anak bangsa dengan kapasitas 160 Gbps itu bukan hanya berpotensi menjadi pengubah permainan konektivitas nasional, tetapi juga penanda kehadiran Indonesia di level regional dan global.
Meutya menyampaikan hal tersebut saat peresmian operasi Satelit Nusantara Lima di Jakarta Selatan, Senin (11/05/2026). Ia mengapresiasi PT Pasifik Satelit Nusantara dan PT Satelit Nusantara Lima yang dinilainya telah mencatat sejarah baru bagi Indonesia.
“Kita bangga dan mengapresiasi PT Pasifik Satelit Nusantara serta PT Satelit Nusantara Lima. Ini adalah catatan sejarah bagi Indonesia. Dengan Satelit Nusantara Lima, menunjukkan presensi Indonesia, tetapi juga di kawasan. Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, Indonesia harus hadir di panggung internasional, termasuk ruang antariksa,” ujar Meutya.
Di sisi lain, Meutya mengingatkan bahwa tantangan terbesar Indonesia bukan lagi sekadar memperluas akses internet, melainkan memastikan pemerataannya. Saat ini, lebih dari 230 juta penduduk Indonesia atau sekitar 80 persen populasi telah tersambung ke internet.
Namun, ia menegaskan masih ada pekerjaan besar untuk menjangkau wilayah-wilayah terluar. “Kita ingin setiap warga, dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Rote hingga Miangas, merasakan manfaat digital yang setara. Tidak boleh ada daerah yang tertinggal,” katanya.
Menurut Meutya, arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo menempatkan konektivitas sebagai alat untuk mendorong pertumbuhan sekaligus perlindungan masyarakat. Ia menilai pembangunan jaringan digital tidak boleh berhenti pada tersedianya sinyal.
“Tidak ada gunanya membangun konektivitas kalau ujungnya tidak meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi rakyat. Lebih dari itu, konektivitas harus menjaga masyarakat kita. Kita tegas melindungi anak-anak dari kekerasan siber, judi online, radikalisasi, dan berbagai ancaman digital lainnya,” ujarnya.
Meutya menambahkan, Satelit Nusantara Lima akan menjadi infrastruktur strategis yang memperkuat sekaligus mengamankan agenda transformasi digital nasional. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah dan industri untuk membangun ekosistem digital yang tangguh.
“Indonesia butuh orang-orang pintar dan orang-orang berani. PSN telah membuktikan keberanian itu. Pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan industri untuk membangun ekosistem digital yang maju, aman, berdaulat, dan berkelanjutan,” ucap Meutya.

