Ekonomi

PT PAL-IKI Kolaborasi Bangun Kapal Pinisi Sulawesi Selatan

Jakarta – PT PAL Indonesia (Persero) dan PT Industri Kapal Indonesia (Persero) atau PT IKI bersinergi membangun kapal pinisi serbaguna pesanan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kolaborasi ini menandai langkah penting dalam konsolidasi galangan kapal nasional.

Penandatanganan nota kesepahaman antara kedua perusahaan dilakukan di Makassar, Sabtu (25/4/2026), antara Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod dan Plt Direktur Utama PT IKI Suhan Ikhsan.

Kaharuddin Djenod menegaskan bahwa kerjasama ini merupakan implementasi peran PT PAL sebagai National Consolidator galangan kapal, sesuai dengan amanat Danantara, untuk memperkuat kolaborasi antar-galangan nasional dalam satu ekosistem industri.

Dalam proyek ini, PT PAL bertanggung jawab atas standar material, pengendalian mutu, dan *quality assurance*. Sementara itu, PT IKI fokus pada pembangunan fisik kapal.

Suhan Ikhsan menyatakan komitmen PT IKI untuk mengerahkan seluruh kemampuan terbaik demi kelancaran proyek. Ia juga mengapresiasi langkah PT PAL yang melibatkan PT IKI dalam konsolidasi galangan kapal nasional.

Capaian Lapor SPT Baru Mencapai 78 Persen hingga Saat Ini

“Semoga melalui proyek ini, *sharing* teknologi dan *sharing knowledge* dapat berjalan optimal,” ujar Suhan Ikhsan, seraya berharap IKI dapat terus tumbuh dan berkontribusi pada kedaulatan maritim Indonesia di bawah kepemimpinan PT PAL.

Pada hari yang sama, PT PAL juga menandatangani kontrak dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk pembangunan kapal Pinisi serbaguna tersebut. Penandatanganan dilakukan oleh Kaharuddin Djenod dan perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulsel, Muhammad Ilyas, dengan disaksikan oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Kapal pinisi serbaguna ini dirancang dengan panjang 52 meter dan mampu menampung hingga 140 orang. Desainnya memadukan karakteristik kapal Pinisi tradisional dengan teknologi modern untuk mendukung berbagai fungsi pelayanan.

Selain sebagai sarana transportasi antarpulau, kapal ini juga dilengkapi tangki bahan bakar berkapasitas besar untuk mendukung distribusi BBM subsidi ke wilayah terpencil.

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyatakan bahwa kapal ini akan menjadi penghubung utama konektivitas antarpulau di Sulawesi Selatan.

Toba Pulp Lestari Pangkas 80% Karyawan: Apa Dampaknya?

Komentar
× www.domainesia.com
× www.domainesia.com