Berita

BGN Integrasikan Data Penerima Makan Bergizi Gratis Melibatkan Empat Kementerian Terkait

Jakarta – Penyatuan data lintas kementerian menjadi kunci agar seluruh pihak memiliki rujukan angka yang sama terkait jumlah penerima manfaat maupun capaian distribusi di lapangan.

"Nanti seluruh kementerian juga memiliki data yang sama ya, para penerima manfaat yang di mana kementerian tersebut menjadi wali data memiliki data yang sama," ucap Sony.

Dalam tahap awal penyelarasan, BGN telah membuka akses validasi data yang dapat digunakan oleh berbagai level pemerintahan, mulai dari pusat hingga daerah.

"Dengan data yang dibangun semuanya bisa mengakses, berbagai level bisa mengakses. Kami di BGN, Kementerian Agama, kemudian Kemendikdasmen, Kemen-BKKBN, Kementerian Kesehatan bisa mengakses data tersebut ya," kata Sony.

Akses terhadap data penerima diperluas hingga level operasional di daerah untuk mempercepat proses verifikasi data penerima manfaat.

KPK Boyong 21 Kendaraan Hasil OTT Imigrasi Jakbar

"Sekarang untuk sementara validasi data kami membangun percepatan, dan para kepala desa, camat, kemudian bupati, para kepala dinas, para kepala sekolah, kepala Posyandu bisa mengakses URL validasidatapm.bgn.go.id. Silakan nanti dicek sekolah saya sudah terdata atau belum," ujar Sony.

Langkah ini menjadi fase awal sebelum integrasi penuh dilakukan melalui sistem digital terpadu berbasis Application Programming Interface (API).

"Kita akan membangun juga namanya API ya, Application Programming Interface yang menggabungkan, yang mengintegrasikan data dari berbagai walidata," tutur Sony.

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

03

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

04

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

05

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

06

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

07

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

08

IHSG Anjlok 5 Persen, Rupiah Melemah Tembus Rp17.930 per Dolar AS

Berita Terbaru