Jakarta – Megawati Soekarnoputri menyinggung soal Pancasila, kebangsaan, keragaman, dan globalisasi. Hal ini disampaikan saat menjadi pembicara di talkshow Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Lanjut Usia di GPIB Paulus, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).
Megawati meminta agar Pancasila dihayati, bukan sekadar dihafalkan. Ia menegaskan, Pancasila harus terus diperjuangkan dan diamalkan demi Indonesia yang abadi. Megawati juga menyoroti pentingnya menyampaikan pendapat dengan tetap menjaga etika serta menghindari praktik perundungan yang belakangan marak terjadi.
"Lima sila mulai dilupakan hanya dihafalkan. Ini yang saya khawatir," ungkap Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ini.
Megawati juga memaparkan konsep Trisaksi sebagaimana diajarkan oleh Presiden Pertama RI Soekarno atau Bung Karno. Dia pun menyinggung soal keragaman, bahwa Megawati berjibaku di era reformasi, menangani konflik sosial bernuansa SARA.
"Mudah-mudahan tidak terjadi lagi," sebut Megawati.
Menyangkut isu global, Megawati menceritakan pertemuan dan dialognya dengan Paus Fransiskus, dan mereka membahas soal pemanasan global. Kedua tokoh menekankan urgensi menjaga bumi serta dampaknya bagi manusia.
"Saya diundang ke kediaman pribadi Paus Fransiskus saat itu," kata dia.
Megawati juga menyinggung kondisi dunia pasca serangan terhadap Iran. Dalam kesempatan itu, beberapa jemaat sempat meneriakkan keluhan mengenai kenaikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG).

