Forum yang diikuti 21 pemerintah kota anggota Komwil I APEKSI itu dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Unsur Pengarah BNPB Dirhamsyah, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta para wali kota dan wakil wali kota se-Korwil I APEKSI. Mengusung tema “Kota Tangguh, Fiskal Kuat, Kolaborasi Erat”, raker ini melahirkan 24 draft rekomendasi strategis mencakup penguatan kapasitas fiskal daerah, inovasi pembangunan perkotaan, dan perluasan kerja sama penanganan bencana.
Selain penetapan Padang sebagai tuan rumah seminar kebencanaan, forum menetapkan Kota Dumai sebagai tuan rumah Raker Komwil I APEKSI 2027. Maigus menyatakan raker ini tidak boleh berhenti sebagai ruang diskusi. Ia menilai forum menunjukkan semangat kebersamaan kuat, terutama dukungan pengembalian Dana Transfer ke Daerah (TKD) bagi wilayah terdampak bencana.
“Raker ini melahirkan aksi nyata, bukan sekadar forum diskusi. Ada semangat solidaritas yang kuat, termasuk dukungan pengembalian Dana Transfer ke Daerah (TKD) bagi wilayah terdampak bencana, serta komitmen memperkuat kerja sama konkret antar pemerintah kota,” ujarnya.
Maigus menyatakan Padang siap menjalankan amanah tersebut. Kegiatan itu akan menjadi ruang memperkuat skema kolaborasi melalui perjanjian kerja sama antar pemerintah kota Komwil I APEKSI. “Semoga nanti terwujud perjanjian kerja sama antar pemerintah kota untuk membantu daerah terdampak bencana, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan kawasan Sumatera menghadapi ancaman bencana yang cukup kompleks,” tukas Maigus Nasir.
Mendagri Tito Karnavian menyoroti delapan klaster program prioritas nasional. Ia menekankan pentingnya konsistensi desain tata ruang kota, mitigasi bencana berbasis kawasan, serta pengelolaan urbanisasi agar tidak memicu krisis demografi maupun tekanan pembangunan. “Tata ruang, pengendalian urbanisasi, transisi energi, dan ketahanan fiskal menjadi pijakan strategis bagi pemerintah kota dalam menjawab tantangan masa depan. Saya berharap seluruh daerah menyikapi secara baik, termasuk memperkuat kerja sama dan kolaborasi,” harapnya.
Ketua Komwil I APEKSI, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyebut Raker Komwil I APEKSI 2026 sebagai momentum menyelaraskan agenda pembangunan kota-kota di Sumatera dengan prioritas nasional. Ia menegaskan rekomendasi yang dihasilkan, termasuk agenda seminar di Tebing Tinggi, Batam, dan Padang, menjadi pijakan menuju Rakernas APEKSI XVIII di Medan pada 28 Juni-4 Juli 2026. “APEKSI adalah rumah besar yang menghadirkan solusi konkret bagi kota-kota anggota. Kami mengapresiasi 21 delegasi kota yang hadir dan berkontribusi dalam forum ini,” ujar Wali Kota Medan tersebut.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengapresiasi kehadiran delegasi yang mengikuti rangkaian agenda strategis Raker Komwil I APEKSI 2026 pada 19-22 April 2026 di Banda Aceh. Ia menilai forum ini memperkuat kolaborasi antarkota sekaligus memberi dampak ekonomi bagi daerah tuan rumah. “Kami bangga menjadi tuan rumah forum strategis ini. Di samping memperkuat kolaborasi antar kota, juga turut membantu perputaran ekonomi bagi Banda Aceh,” ucapnya.

