Ekonomi

Toyota Bangun Pabrik Bioetanol di Lampung untuk Dukung Energi Hijau

JAKARTA – Toyota Motor Asia dijadwalkan memulai pembangunan pabrik bioetanol di Provinsi Lampung tahun ini sebagai langkah strategis mendukung transisi energi di Indonesia. Lokasi tersebut dipilih karena kedekatannya dengan area perkebunan tebu yang melimpah, menjadikan Lampung salah satu basis produksi bioetanol potensial.

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu, menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya berfokus pada pembangunan pabrik, tetapi juga pengembangan bahan baku pendukung.

“Selain pembangunan pabrik, ada rencana penanaman sorgum sebagai salah satu *feedstock* pendukung,” ujar Todotua saat konferensi pers di Jakarta, Senin, 20 April 2026.

Pembangunan pabrik tersebut ditargetkan rampung dalam waktu tiga hingga empat tahun. Meski nilai investasi total belum diputuskan secara resmi, proses persiapan kini telah memasuki tahap studi kelayakan oleh konsultan yang telah ditunjuk.

Fasilitas ini diproyeksikan mampu memproduksi 60 ribu kiloliter bioetanol per tahun yang berasal dari olahan tebu dan sorgum. Jika berjalan sesuai rencana, produksi perdana diharapkan sudah dapat dimulai maksimal pada 2028.

Harga Emas Hari Ini 10 Januari 2026: Naik Tipis Pagi Ini

Langkah ini sejalan dengan ambisi pemerintah untuk mengimplementasikan campuran 10 persen bioetanol (E10) pada bahan bakar minyak (BBM) kendaraan bermotor. Saat ini, kapasitas produksi bioetanol nasional tercatat sebesar 120 ribu kiloliter.

Todotua merinci, proyek ini akan memanfaatkan lahan seluas 6 ribu hektare untuk penanaman sorgum. Pabrik nantinya akan beroperasi dengan sistem *multi-feedstock*, menggunakan bahan baku generasi pertama dan kedua.

Rencana investasi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan 13 pimpinan perusahaan Jepang, termasuk Toyota, saat kunjungan kenegaraan ke Jepang pada 29–31 Maret 2026.

*Chief Executive Officer* Toyota Motor untuk wilayah Asia, Masahiko Maeda, menegaskan komitmen perusahaannya dalam menyediakan solusi bahan bakar yang layak bagi kendaraan di Indonesia.

“Kami berkomitmen menyediakan semua jenis mobil yang kami miliki untuk mendukung upaya pemerintah,” kata Maeda.

Peredaran Uang di Solo Desember 2025 Tembus Rp 1,04 Triliun

Pembahasan mendalam mengenai target dan perencanaan pembangunan pabrik ini telah dirintis sejak 2025 sebagai bentuk penguatan kerja sama jangka panjang Toyota dalam industri otomotif dan energi di tanah air.

Komentar

Berita Populer

01

Pemprov DKI Jakarta Tangkap 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Lima Wilayah

02

KPK Panggil Bos Rokok HS Guna Dalami Dugaan Korupsi Cukai Bea Cukai

03

BGN Umumkan Revisi Juknis MBG 2026, Nomenklatur Personel SPPG Berubah

04

Pemkab Lima Puluh Kota Tengahi Konflik Masyarakat

05

Menaker Dorong PVN 2026 Bandung Siapkan Lulusan Kerja

06

Boyamin Saiman Kirim Banner Sindir KPK Izinkan Yaqut Cholil Qoumas Tahanan Rumah

07

Wamen KKP Ajak Pelaku Usaha Gunakan Stelina Tingkatkan Daya Saing Ekspor

08

Danantara Suntikkan Modal Rp 29 Triliun untuk Selamatkan Garuda Indonesia

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com