Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri kemungkinan keberadaan safe house lain dalam kasus yang melibatkan pejabat Direktorat Jenderal Bea Cukai. Dalam kasus ini, KPK menemukan rumah aman yang digunakan untuk menampung uang hasil dugaan suap dan gratifikasi.
"Kami akan melakukan pendalaman untuk bisa menelusuri apakah masih ada safe house yang lain," kata Ketua KPK Setyo Budiyanto di Kantor KPK, Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Sejauh ini, dua safe house telah terungkap dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa waktu lalu, berlokasi di rumah dan apartemen. Temuan ini mendorong KPK untuk melakukan penelusuran lebih lanjut.
"Berarti ada indikasi bahwa mereka menggunakan cara-cara seperti itu," ucapnya.
Setyo menjelaskan bahwa modus penyimpanan hasil korupsi di safe house bukanlah hal baru. Istilah ini menjadi populer karena para tersangka sendiri yang menggunakan sebutan tersebut.
"Ya masalah penyebutan safe house itu kan dari istilah mereka saja. Safe house bisa saja rumah, bisa saja apartemen, bisa saja ditempatkan di tempat tertentu yang tidak bergerak ataupun yang bergerak," jelas Setyo.
Sebagai informasi, pada 4 Februari 2026, KPK mengonfirmasi melakukan OTT di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu. Pada tanggal yang sama, KPK mengungkapkan bahwa salah satu orang yang ditangkap adalah Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat Rizal.
Pada 5 Februari 2026, KPK mengumumkan enam dari 17 orang yang ditangkap ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang KW di lingkungan DJBC.
Mereka adalah Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024-Januari 2026, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC Sisprian Subiaksono, dan Kepala Seksi Intelijen DJBC Orlando Hamonangan. Selanjutnya, pemilik Blueray Cargo John Field, Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo Andri, serta Manajer Operasional Blueray Cargo Dedy Kurniawan.
Setyo menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada indikasi aliran dana ke Dirjen Bea Cukai dalam kasus ini.
"Kelihatannya sementara belum ada ya," katanya.


