IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Tren Penyeberangan Jawa-Bali Meningkat: Ini Kata Dirut ASDP

Banyuwangi – Arus penyeberangan di lintasan Ketapang (Banyuwangi) – Gilimanuk (Bali) menunjukkan tren peningkatan yang lebih merata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, seiring kebijakan *work from anywhere* yang diterapkan pemerintah.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyatakan kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan, sehingga tidak terjadi penumpukan pada satu periode tertentu.

Data operasional ASDP mencatat peningkatan arus balik dari Jawa menuju Bali mulai terasa sejak H+2 Natal, seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan fleksibilitas perjalanan menjelang malam Tahun Baru 2026.

Berdasarkan data Posko Ketapang, pada Jumat (27/12) atau H+2, tercatat 226 trip penyeberangan dari Jawa menuju Bali dengan total 26.441 penumpang.

Angka ini menunjukkan peningkatan tipis sebesar 0,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatat 26.417 orang.

Skor PISA 2025: Posisi Indonesia di Urutan 73 Dunia

“Meski kenaikannya relatif tipis, angka ini menunjukkan mulai terbentuknya pola arus balik menjelang pergantian tahun,” ujar Heru.

Peningkatan juga terjadi pada volume kendaraan. Total kendaraan yang menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk tercatat 6.593 unit, naik 1,4 persen dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 6.504 unit.

Kendaraan roda empat mendominasi arus dengan 2.975 unit, disusul truk logistik sebanyak 1.686 unit, yang menandakan mobilitas masyarakat dan distribusi barang tetap berjalan beriringan di akhir tahun.

Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menambahkan, pergerakan arus penyeberangan dari Bali menuju Jawa menunjukkan dinamika berbeda.

Jumlah penumpang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang tercatat 27.090 orang, turun 0,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

21 Orangutan di Kalteng Alami Gangguan Pernapasan Akibat Karhutla

Namun, dari sisi kendaraan justru mengalami peningkatan menjadi 7.530 unit, atau naik 1,6 persen dibandingkan realisasi sebelumnya.

Untuk menjaga kelancaran layanan di tengah fluktuasi arus penyeberangan Jawa-Bali, ASDP menerapkan pola operasional adaptif.

“Pada kondisi normal, dioperasikan 28 kapal, dan jumlahnya ditingkatkan hingga 34 kapal saat terjadi kepadatan tinggi. Pengaturan ini dilakukan untuk meminimalkan antrean serta menjaga ritme layanan tetap stabil,” kata Windy.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

04

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

05

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

06

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

07

Program B50 Resmi Meluncur, Ini Prospek dan Rekomendasi Saham Emiten CPO

08

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

Berita Terbaru