Berikut adalah penulisan ulang berita dengan gaya jurnalistik media nasional:

Jakarta – Dominasi Islam Makhachev di arena UFC terus menjadi sorotan. Mantan juara UFC, George St-Pierre (GSP), mengungkap kunci untuk menaklukkan sang juara baru kelas welter tersebut. Strategi pertahanan solid dan serangan efektif menjadi kunci utama.

Makhachev, petarung asal Dagestan, baru saja mengukuhkan posisinya sebagai penguasa kelas welter usai debut gemilangnya di UFC 322. Ia sukses mengalahkan Jack Della Maddalena dalam pertarungan sengit lima ronde. Kemenangan ini semakin memantapkan posisinya di puncak ranking pound for pound UFC.
GSP, legenda UFC dengan rekor mentereng 26-2, mengakui kehebatan Makhachev. Menurutnya, untuk mengalahkan Makhachev, seorang petarung harus memiliki kemampuan gulat yang sepadan.
“Untuk mengalahkan Islam Makhachev, Anda membutuhkan seseorang yang mampu menandingi kemampuan gulatnya,” ujar GSP, seperti dikutip dari MMAJunkie.
Lebih lanjut, GSP menjelaskan bahwa seorang petarung harus mampu mengendalikan upaya takedown Makhachev. Jika terjatuh, petarung tersebut harus cepat bangkit dan menghindari pertarungan ground.
GSP mencontohkan, Jack Della Maddalena, yang dikenal dengan kemampuan bertahan dan serangan balik, dibuat tak berdaya oleh tekanan Makhachev. JDM kesulitan untuk bangkit dan membalas serangan.
GSP juga menyebut satu nama yang berpotensi merepotkan Makhachev, yaitu Mansour Barnaoui, rekan latihannya. Ia menilai Barnaoui memiliki gaya bertarung yang tepat untuk menghadapi Makhachev.
Sebagai informasi, Barnaoui pernah menghadapi Makhachev pada tahun 2013 di M-1 Challenge 38 dan kalah angka. Meskipun memiliki rekor yang cukup baik (22-7-0), karier Barnaoui jauh berbeda dengan Makhachev (21-1-0).
Setelah kemenangannya di UFC 322, Makhachev justru mengungkapkan keinginannya untuk menghadapi Kamaru Usman. Tantangan ini membuat para penantang di divisi kelas menengah harus bersabar.

