Chonburi – Timnas putri Indonesia menghadapi rintangan berat di laga pembuka Grup A SEA Games 2025. Berlaga di Chonburi Stadium pada Kamis, 4 Desember 2025, Garuda Pertiwi harus mengakui keunggulan telak tim tuan rumah Thailand dengan skor 0-8. Kekalahan ini menempatkan Indonesia di dasar klasemen sementara dan memberikan tekanan besar menjelang laga penentuan.
Gawang tim Merah Putih delapan kali bergetar tanpa mampu menciptakan gol balasan sepanjang pertandingan. Gol bunuh diri Nafeeza Nori pada menit kedelapan membuka keran gol Thailand, yang kemudian menambah tiga gol lagi di babak pertama dan empat gol di paruh kedua.
Meski demikian, penjaga gawang Iris de Rouw menunjukkan performa gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial, mencegah Thailand memperbesar keunggulan lebih jauh di sisa waktu pertandingan. Tim Gajah Perang, yang menempati peringkat ke-53 dunia, terus melancarkan serangan bertubi-tubi ke pertahanan Indonesia.
Timnas putri Indonesia, yang berada di peringkat 106 dunia, kini dihadapkan pada pertandingan hidup mati. Mereka wajib meraih kemenangan atas Singapura pada Minggu, 7 Desember 2025, di IPE Chonburi Stadium, untuk menjaga asa lolos ke babak semifinal SEA Games 2025.
Dengan pengunduran diri Kamboja, laga melawan Singapura akan menjadi pertandingan terakhir bagi skuad asuhan Akira Higashiyama. Sementara itu, Thailand memimpin klasemen Grup A dengan tiga poin dan selisih gol +8, menunggu laga terakhir mereka kontra Singapura pada Rabu, 10 Desember 2025.
Jalannya Pertandingan
Babak Pertama
Sejak peluit awal dibunyikan, Thailand langsung menggebrak pertahanan Indonesia. Pada menit kedua, gawang Indonesia nyaris kebobolan setelah antisipasi umpan lambung Zahra Muzdalifah membuat kiper Iris de Rouw harus berjibaku menangkap bola.
Indonesia sempat memiliki peluang pada menit keenam. Sheva Imut mengirimkan umpan terobosan berbahaya, namun Chaludia Scheunemann gagal menyambut operan tersebut.
Petaka bagi Indonesia datang pada menit kedelapan. Dalam kemelut di depan gawang usai tendangan sudut Intamee Silawan, Nafeeza Nori melakukan gol bunuh diri ketika mencoba menghalau bola, yang kemudian membentur Gea Yumanda dan masuk ke gawang sendiri.
Thailand menggandakan keunggulan pada menit ke-21. Pattaranan Aupachai memanfaatkan bola *rebound* setelah Iris de Rouw gagal menangkap sempurna karena gangguan dua pemain lawan.
Hanya enam menit berselang, Silawan Intamee memperbesar skor. Ia menyambar bola di tengah kemelut di muka gawang Indonesia.
Gol keempat Thailand tercipta dua menit sebelum jeda normal babak pertama. Tendangan jarak jauh Saowalak melesat keras dan bersarang ke gawang Indonesia, menutup babak pertama dengan keunggulan 4-0 untuk tim tuan rumah.
Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Thailand tak mengendurkan serangan dan segera menambah keunggulan. Pada menit ke-50, Jiraporn Mangkoldee sukses mengeksekusi tendangan penalti setelah Sheva Imut melanggar lawan di kotak terlarang.
Dua menit kemudian, wasit kembali menunjuk titik putih untuk Thailand. Remini Rumbewas mengganjal penyerang lawan di kotak penalti, dan Jiraporn kembali menjadi algojo yang berhasil, mengubah skor menjadi 6-0.
Gawang Indonesia kembali kebobolan pada menit ke-55. Jeevaratnapavibul Panittha mencatatkan namanya di papan skor melalui skema tendangan penjuru.
Lima menit kemudian, Jiraporn melengkapi *hat-trick*-nya. Ia menyambar bola *rebound* dari tepisan kiper Iris de Rouw yang sebelumnya menghalau sepakan Taneekarn Dangda.
Meski sudah unggul delapan gol, Thailand tetap agresif. Mereka terus menciptakan ancaman ke gawang Indonesia. Namun, kiper Iris de Rouw berulang kali melakukan penyelamatan penting, memastikan tidak ada gol tambahan tercipta hingga peluit akhir berbunyi.
Susunan Pemain Starting XI:
Indonesia: Iris de Rouw; Gea Yumanda, Emily Nahon, Vivi Oktavia, Zahra Muzdalifah; Helsya Maeisyaroh, Felicia de Zeeuw; Reva Octavianti, Nafeeza Nori, Sheva Imut; Claudia Scheunemann.
Thailand: Thichanan Sodchuen; Pitsamai Sornsai, Kanjanaporn Saenkhun, Panittha Jeeratanapavibul, Silawan Intamee, Pluemjai Sontisawat, Jiraporn Mongkoldee, Chatchawan Rodthong, Sunisa Srangthaisong, Saowalak Pengngam, Pattaranan Aupachai.

