Sydney – Indonesia terus berupaya menarik investasi asing, terbaru Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani bertemu dengan lima CEO perusahaan Australia untuk membahas potensi investasi strategis di berbagai sektor unggulan. Pertemuan ini menghasilkan komitmen investasi signifikan di bidang kesehatan, baterai, peternakan, energi, dan pengolahan nikel.
Pertemuan yang berlangsung di Sydney, Australia pada 11 November 2025 tersebut, mempertemukan Rosan dengan para pemimpin perusahaan besar Australia.
Aspen Medical menyatakan minatnya untuk berinvestasi sebesar US$ 1 miliar dalam proyek revitalisasi RSUD Samarinda.
Pure Battery Technologies (PBT) berencana menginvestasikan US$ 350 juta di Batang Industrial Park untuk pengembangan material katoda.
AAM Investment Group akan mengembangkan peternakan sapi di Lampung dan aktif dalam program pelatihan tenaga kerja IA-CEPA.
Cue Energy Resources berencana menambah investasi di sektor minyak dan gas.
Nickel Industries Ltd akan melakukan ekspansi fasilitas pengolahan nikel di Indonesia.
Rosan juga menjelaskan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, yang diharapkan dapat meningkatkan kepastian bagi investor dengan mempercepat proses perizinan.
Kepala BKPM menyoroti tiga sektor prioritas kerja sama Indonesia dan Australia: hilirisasi sumber daya alam, energi baru dan terbarukan, serta kesehatan.
Investasi Australia di Indonesia dalam lima tahun terakhir mencapai US$ 2,8 miliar, didominasi oleh sektor pertambangan, perhotelan, dan layanan kesehatan.
Nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai US$ 15,4 miliar pada 2024, naik 23,5 persen dibanding tahun sebelumnya.


