IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Wall Street Lanjutkan Reli, Saham Teknologi Menguat Berkat Optimisme AS-Iran

NEW YORK – Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Jumat (29/5/2026). Reli ini didorong oleh euforia investor terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta harapan akan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Indeks utama Wall Street berhasil mencetak rekor tertinggi intraday sekaligus bersiap menutup perdagangan akhir pekan dan akhir bulan di zona hijau.

Hingga pukul 10:05 pagi waktu setempat, indeks Dow Jones naik 0,30% ke level 50.820,01. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,41% menjadi 7.594,98, dan Nasdaq Composite naik 0,58% ke posisi 27.073,94.

Sektor teknologi menjadi penggerak utama pasar dengan kenaikan 2,2%. Saham-saham produsen chip dan server berbasis AI mendominasi pergerakan harga. Dell Technologies mencatatkan lonjakan tajam sebesar 34,7% setelah perusahaan meningkatkan proyeksi laba tahunan akibat tingginya permintaan server AI. Tren positif juga diikuti oleh Hewlett Packard Enterprise yang naik 13,6% serta Super Micro Computer yang melonjak 17%.

Sentimen pasar turut terangkat oleh laporan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata serta membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Meski Presiden AS Donald Trump belum memberikan persetujuan final, investor menyambut positif perkembangan tersebut dengan memburu aset berisiko.

United Tractors Optimistis Kinerja Pulih, Simak Rekomendasi Saham UNTR Hari Ini

Kepala Strategi Makro Pasar BNY, Bob Savage, menyatakan bahwa antusiasme terhadap AI, penurunan harga minyak, dan meredanya tensi AS-Iran menjadi bahan bakar utama sentimen *risk-on* pasar di penghujung Mei.

Kendati demikian, investor tetap mewaspadai risiko inflasi akibat konflik Timur Tengah dan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed). Presiden The Fed Kansas City, Jeffrey Schmid, mengingatkan bahwa lonjakan harga energi berpotensi bersifat persisten. Di sisi lain, Wakil Ketua The Fed, Michelle Bowman, menegaskan bahwa inflasi yang membandel dapat memicu pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga sepanjang tahun, meski mulai muncul spekulasi mengenai potensi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang.

Di luar sektor teknologi, saham perusahaan ritel pakaian mengalami tekanan. Gap Inc. anjlok 17,7% setelah memangkas proyeksi penjualan tahunan, diikuti oleh penurunan saham American Eagle Outfitters sebesar 14,9%. Sementara itu, saham perusahaan keamanan identitas digital, Okta, melesat 21% setelah melaporkan kinerja kuartal pertama yang melampaui ekspektasi pasar.

Komentar
Kinerja Reksa Dana Pendapatan Tetap Menguat Saat Pasar Saham Pulih

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

04

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

05

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

06

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

07

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

08

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

Berita Terbaru