BARCELONA – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mencuri perhatian dunia lewat penampilan impresifnya pada seri Moto3 Catalunya 2026 yang berlangsung di Circuit de Barcelona, Spanyol. Meski sempat terkendala saat babak kualifikasi, rider Honda Team Asia tersebut sukses melakukan aksi *comeback* gemilang.
Memulai balapan 18 lap dari posisi ke-20, Veda menunjukkan determinasi tinggi dengan merangsek naik setahap demi setahap hingga akhirnya berhasil finis di urutan ke-8. Hasil ini sekaligus melanjutkan tren positif Veda yang selalu konsisten berada di jajaran 10 besar.
Berkat pencapaian tersebut, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta ini kian kokoh memuncaki klasemen sementara kategori *rookie* (pendatang baru) Moto3 2026 dengan mengoleksi 58 poin. Saat ini, Veda unggul 16 poin atas pesaing terdekatnya, Brian Uriarte dari tim Red Bull KTM Ajo.
Performa apik Veda ini mendapatkan apresiasi dari media otomotif ternama asal Italia, GPOne. Dalam laporannya, GPOne memuji keberhasilan Veda melakukan pemulihan posisi yang signifikan di tengah dominasi pembalap KTM yang menguasai posisi tujuh besar. Veda tercatat sebagai pembalap Honda dengan posisi terbaik dalam balapan keenam musim 2026 tersebut.
“Pembalap pemula, Veda, menjalani balapan yang impresif. Dia berhasil finis di urutan kedelapan meski start dari posisi ke-20 dan menjadi pembalap Honda terbaik,” tulis GPOne dalam artikelnya.
Veda sendiri mengakui bahwa balapan di Catalunya merupakan pengalaman berharga dalam perjalanan kariernya. Ia menyatakan bahwa tantangan memulai balapan dari posisi belakang justru menjadi ajang untuk menguji kemampuan mengelola situasi di lintasan.
“Ini adalah balapan yang sangat bagus dan penting bagi saya. Sebagai *rookie*, setiap seri memberikan pengalaman baru bagi saya untuk memahami cara mengelola balapan dengan lebih baik,” ujar Veda melalui pernyataan resmi Honda Team Asia.
Sebelumnya, Veda juga pernah menunjukkan mentalitas serupa di Sirkuit Jerez. Saat itu, ia mampu memperbaiki posisinya dari urutan ke-17 saat start hingga finis di posisi ke-6.
“Memulai dari belakang dan berjuang kembali ke kelompok depan adalah hal yang sangat positif. Kecepatan saya cukup baik selama balapan, meski saya harus lebih berhati-hati dalam menjaga kondisi ban depan,” tambahnya.
Meskipun sempat melakukan kesalahan kecil pada lap terakhir, Veda merasa hasil finis di posisi delapan besar menjadi modal motivasi besar baginya. Ia kini mengalihkan fokus untuk kembali tampil kompetitif pada balapan selanjutnya yang akan digelar di Sirkuit Mugello.

