Kepulauan Seribu – Aldi menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan uji emisi kendaraan bermotor sebagai upaya pengendalian pencemaran udara. Pelaksanaan di Pulau Tidung diikuti 15 unit sepeda motor dan gerobak motor (Germor).
"Sebanyak sembilan kendaraan diuji dinyatakan lulus dan enam unit tidak lulus. Untuk Pulau Untung Jawa, dari 20 unit kendaraan yang diuji, sebanyak 16 unit lulus dan empat unit tidak lulus," kata Aldi.
Pihaknya pun melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove dan 10 bibit pohon sukun di Pulau Tidung dengan melibatkan Gerakan Pramuka Saka Kalpataru serta berkolaborasi bersama Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu.
"Kami ingin memastikan bahwa pemilahan sampah dari sumber menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat. Sehingga, lingkungan di Kepulauan Seribu dapat tetap bersih, sehat dan berkelanjutan," terang Aldi.
Sementara itu, Muslim mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan HPSN yang melibatkan berbagai unsur masyarakat ini diharapkan agar hal itu tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun budaya peduli lingkungan masyarakat secara luas.
"Kami menyambut baik kegiatan ini karena mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, baik warga maupun wisatawan , untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya dalam memilah sampah dari sumber," tandas Muslim.

