Turki – Otoritas Turki telah menangkap delapan orang, termasuk seorang petinggi klub liga teratas, dalam penyelidikan masif dugaan judi pertandingan sepak bola. Tindakan tegas ini diikuti oleh Federasi Sepak Bola Turki (TFF) yang menskors 1.024 pemain dari berbagai liga, menyusul penangguhan 149 wasit dan asisten wasit pada awal November atas kasus serupa.
Kantor berita Anadolu melaporkan bahwa pengadilan telah resmi menahan Murat Ozkaya, salah satu petinggi klub Eyupspor, beserta tujuh orang lainnya sebagai bagian dari penyelidikan lebih lanjut. Penangkapan Ozkaya ini mengejutkan publik, terutama mengingat posisinya di klub yang saat ini menempati peringkat ke-17 Liga Super Turki.
Dalam pernyataan resminya, TFF mengumumkan telah mengirimkan 1.024 pemain dari semua liga ke Dewan Disiplin Sepak Bola Profesional (PFDK) sebagai bagian dari penyelidikan ini. Sebanyak 27 pemain di antaranya berasal dari Liga Super Turki, termasuk nama-nama dari klub raksasa seperti juara bertahan Galatasaray dan rival sekota mereka, Besiktas. Semua pemain yang terlibat telah diskors.
Langkah penangguhan ini bukan yang pertama. Pada awal November, TFF telah lebih dulu menskors 149 wasit dan asisten wasit setelah investigasi menemukan mereka terlibat dalam praktik judi pertandingan. Penyelidikan mendalam mengungkapkan fakta mengejutkan: 371 dari 571 wasit aktif di liga profesional Turki memiliki akun judi, dan 152 di antaranya aktif bertaruh. Bahkan, satu wasit tercatat telah bertaruh sebanyak 18.227 kali, sementara 42 wasit lainnya bertaruh pada lebih dari 1.000 pertandingan.
Akibat masifnya penangguhan ini, TFF telah memulai negosiasi dengan FIFA untuk membuka periode transfer dan registrasi darurat selama 15 hari. Jendela transfer khusus tingkat nasional ini bertujuan agar klub-klub yang kehilangan pemainnya dapat segera melengkapi skuad. Selain itu, TFF juga menangguhkan pertandingan di liga tingkat kedua dan ketiga selama dua minggu ke depan untuk memberikan ruang bagi penyelidikan lebih lanjut.
Presiden TFF, Ibrahim Haciosmanoglu, menggambarkan situasi ini sebagai “krisis moral” yang melanda sepak bola Turki, menggarisbawahi parahnya masalah judi pertandingan yang terungkap. Dewan TFF sendiri dijadwalkan akan mengadakan rapat luar biasa pada Selasa (11/11) waktu setempat.
Hingga saat ini, badan sepak bola dunia FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan TFF untuk jendela transfer darurat maupun penyelidikan yang sedang berlangsung.


