Jakarta – Penyerang Al Nassr, Sadio Mane, baru-baru ini mengungkapkan alasannya menolak pinangan Manchester United pada 2015, setahun sebelum akhirnya bergabung dengan rival abadi mereka, Liverpool. Mane mengambil keputusan besar tersebut karena merasa belum yakin dengan tawaran dari Louis van Gaal yang saat itu menjabat pelatih Setan Merah.
Mantan pemain timnas Senegal ini membeberkan kisah tersebut dalam sebuah siniar di kanal YouTube Rio Ferdinand Presents. Mane menjelaskan bahwa ia telah berdiskusi dengan Van Gaal pada musim panas 2015, saat masih berseragam Southampton.
Alih-alih hijrah ke Old Trafford, Mane akhirnya menolak tawaran Setan Merah. Dua belas bulan kemudian, ia merampungkan transfer senilai 36 juta Poundsterling ke Liverpool dan menjadi pilar penting di era Jurgen Klopp, membantu The Reds meraih gelar Liga Champions dan Liga Inggris.
Pemain berusia 33 tahun itu, yang kini berkiprah di Liga Pro Saudi, mengaku belum siap untuk pindah ke Manchester United ketika Van Gaal mencoba membujuknya dengan menit bermain.
“Manchester United sempat menghubungi saya saat itu. Saya berbicara dengan Van Gaal. Ada (Wayne) Rooney, Di María, dan (Memphis) Depay di sana,” ujar pesepak bola kelahiran Bambali ini.
Ia menambahkan, “Ketika mereka gagal merekrut saya, mereka membeli (Anthony) Martial. Van Gaal menghubungi saya dan berkata, ‘Mane, apa kabar? Apa yang sedang kamu lakukan? Saya ingin kamu datang ke Manchester United’.”
Mane kemudian menanyakan perihal posisinya di tim. “Saya bilang, ‘Benarkah?’ Dia bilang, ‘Ya.’ Saya bilang, ‘Oke.’ Lalu saya berbicara dengan agen saya. Van Gaal berkata, ‘Kita lihat saja apa yang terbaik, karena saya tahu kamu pemain bagus dan bisa membantu tim, kami juga bisa membantumu menjadi pemain yang lebih baik’.”
“Lalu saya berkata, ‘Oke, jadi pertanyaan saya: Anda punya Depay, Rooney, dan Di María, Anda punya Van Persie, saya rasa sama.’ ‘Jadi di mana saya akan bermain?’ Itu pertanyaan saya, karena saya ingin bermain,” ungkap Mane.
Van Gaal menjawab, “Saya tahu bakatmu, kamu bagus. Tapi kalau kamu berlatih dengan baik, memberikan kesan yang baik, kamu akan bermain. Tapi kami punya pemain lain yang juga bagus.”
Mane menjelaskan bahwa penjelasan tersebut tidak sepenuhnya meyakinkannya. “Saya sudah bicara dengan pelatih, tapi dia bilang saya akan bermain kalau saya bagus; kalau tidak? Saat itu, saya belum siap,” ujarnya.
“Saya masih muda. Saya butuh seseorang untuk lebih membantu saya. Butuh satu hingga dua tahun lagi (saat itu) untuk menjadi seperti yang saya inginkan. Karena saya masih di Southampton; saya belum konsisten,” tutup Mane.


