Surabaya – Atmosfer panas Derbi Jawa Timur kembali menyelimuti Stadion Gelora Bung Tomo sore ini, ketika Persebaya Surabaya menjamu Arema FC dalam laga yang sarat gengsi. Duel sengit ini tak hanya mempertaruhkan tiga poin, namun juga kehormatan dan kebanggaan kedua tim raksasa sepak bola Jawa Timur.
Menjelang laga krusial ini, kenangan manis dan tekanan luar biasa dari derbi Jawa Timur kembali menyeruak di benak Robertino Pugliara. Sosok yang kini menjabat Direktur Sepak Bola Persebaya Academy itu mengingat jelas bagaimana atmosfer laga besar ini pernah mengguncang dadanya dua kali saat masih berseragam Green Force.
Robertino tak pernah lupa tekanan luar biasa yang menyelimuti dirinya kala masuk lapangan menghadapi Singo Edan. “Ada tekanan juga, pasti tekanan dari suporter karena ini tim besar, ini El Clasico ya,” ujarnya mengenang duel sarat gengsi tersebut. Ia merasakan betul bagaimana dukungan dan tuntutan suporter melecut mental tim agar bermain lebih agresif dan tidak mau menyerah.
Mantan gelandang asal Argentina ini mengenang musim 2017/2018, saat ia dua kali menghadapi Arema FC. Kala itu, ambisi untuk menang selalu mendominasi pikirannya. “Kalau seri aja kita enggak mau, pasti mau menang pertandingan itu,” tegasnya. Ia bahkan tak mau menerima hasil imbang apalagi kekalahan. Kini, semangat tak kenal menyerah itu ia salurkan kepada para pemain muda dan skuad senior Persebaya Surabaya.
Sementara itu, persiapan tim Persebaya Surabaya di bawah asuhan pelatih Eduardo Perez berlangsung dengan intensitas tinggi. Dua pekan latihan penuh digelar demi menyempurnakan detail permainan agar siap menghadapi tekanan derbi. Target tiga poin menjadi energi utama yang menjaga ritme latihan.
Eduardo menjelaskan, seluruh pemain menjalani persiapan dengan suasana serius dan penuh fokus. Salah satu titik evaluasi penting adalah situasi bola mati. “Kami bekerja untuk memperbaiki situasi ini, beberapa kesalahan terjadi, tetapi kami tahu hal-hal apa yang perlu kami tingkatkan,” kata pelatih asal Spanyol tersebut. Ia ingin timnya tidak hanya memperkuat lini belakang, tetapi juga memahami proses sebelum peluang lawan tercipta.
Bagi Eduardo, derbi bukan sekadar pertandingan besar, tetapi momen yang mampu mengangkat energi seluruh pemain. Ia melihat tekanan rivalitas justru menjadi bahan bakar agar tim tampil lebih berani dan maksimal. Meskipun Arema FC datang dengan modal lima laga tandang tanpa kekalahan musim ini, Persebaya Surabaya memiliki catatan historis lebih baik, tidak pernah tumbang dalam lima pertemuan terakhir melawan Singo Edan.
Eduardo tetap menunjukkan respek penuh terhadap lawan yang disebutnya terus berkembang. Meski begitu, ia sangat percaya diri terhadap progres timnya sendiri. “Saya percaya pada pekerjaan kami, saya yakin kami akan berjuang keras untuk memenangkan tiga poin,” tegasnya, menyebut derbi kali ini sebagai salah satu yang paling penting sepanjang musim. Kehadiran Robertino Pugliara dan motivasi berlapis diyakini akan semakin membakar semangat Green Force untuk meraih kemenangan di kandang.


