Jombang, Gonesia.com – Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan hadir secara langsung untuk menutup rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin (31/8) pagi.
Kehadiran orang nomor satu di Indonesia tersebut menjadi puncak dari agenda besar organisasi Islam terbesar di tanah air yang telah berlangsung sejak Kamis (27/8).
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan konfirmasi mengenai jadwal kehadiran sang kepala negara.
“Insyaallah besok jika tidak ada halangan Muktamar akan ditutup langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada pukul 09.00 pagi,” kata Gus Ipul sebagaimana dikutip dari JPNN.com di Jombang, Minggu (30/8) malam.
Panitia penyelenggara telah menginstruksikan seluruh peserta muktamar, santri, serta masyarakat umum untuk hadir lebih awal di lokasi kegiatan.
Peserta diharapkan sudah menempati area penutupan di Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Said antara pukul 07.00 hingga 08.00 WIB guna mengantisipasi kepadatan.
Gus Ipul menilai kehadiran Prabowo pada momen penutupan ini akan mencatatkan sejarah tersendiri bagi perjalanan organisasi.
“Jika Presiden hadir saat penutupan Muktamar Ke-35 NU, tentunya menjadi sejarah, sebab sebelumnya saat pembukaan muktamar, presiden juga hadir didampingi wapres dan pejabat lainnya,” ujarnya.
Konfirmasi kehadiran Presiden juga disampaikan oleh Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq.
Ia mengungkapkan bahwa kepastian tersebut diperoleh melalui komunikasi langsung dengan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.
“Untuk Bapak Presiden Prabowo Subianto, insyaallah terkonfirmasi hadir, karena tadi Mas Teddy (Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya) sudah memberikan informasi lewat WhatsApp bahwa Presiden mengusahakan sebelum pukul 10.00 WIB sudah penutupan karena Presiden ingin hadir,” kata Gus Rozaq.
Menurut Gus Rozaq, Prabowo memiliki kesan mendalam terhadap antusiasme puluhan ribu peserta muktamar saat pembukaan acara.
“Bapak Presiden sendiri sangat terkesan dengan sambutan para muktamirin yang jumlahnya puluhan ribu saat pembukaan kemarin, dan betul-betul sangat tertib, begitu hormat kepada Bapak Presiden,” tambahnya.
Di sisi lain, dinamika yang sempat muncul selama perhelatan muktamar dipastikan telah menemui titik terang melalui musyawarah.
Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh perbedaan pendapat di antara peserta telah diselesaikan secara bijak oleh para ulama dan kiai.
“Kalau tadi itu terjadi sedikit protes, itu sudah bisa diselesaikan dan sudah dilakukan musyawarah bersama-sama antara ulama, para kiai, tadi Rais Aam, ketua umum, dan juga ada gus-gus semua bermusyawarah dengan baik,” jelasnya.
Muktamar ke-35 NU di Jombang ini menjadi forum krusial bagi Nahdlatul Ulama dalam merumuskan arah organisasi ke depan.
Agenda utama meliputi pemilihan kepemimpinan PBNU serta penetapan kebijakan strategis untuk masa khidmat mendatang.
Seluruh rangkaian acara di Pondok Pesantren Bahrul Ulum ini diharapkan berjalan khidmat hingga prosesi penutupan resmi dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.


