Jakarta – Saiful Mujani menilai pelaporan tersebut sah, namun tidak tepat dibawa ke ranah negara. Menurutnya, sikap dan opini sebaiknya ditanggapi secara terbuka.
"Tidak bagus untuk demokrasi kalau melibatkan negara (polisi) mengurus opini dan sikap politik warga. Bantah saja, kritik lawan kritik," ujar dia.
Dia menambahkan, pelibatan aparat dalam urusan opini bisa menunjukkan negara makin represif.
"Kecuali saya menciderai orang lain secara fisik atau menghilangkan hak orang lain," ucapnya.
Kasus ini bermula saat Saiful Mujani menyampaikan sambutan dalam acara halal bihalal. Ucapannya kemudian dianggap sebagai makar.
Potongan video sambutan itu viral dan memicu perdebatan di media sosial. Dalam rekaman, dia menyebut konsolidasi untuk menjatuhkan Prabowo.
"Saya aternatifnya bukan, bukan pada prosedur yang formal-formal impeachment seperi itu. Itu tidak akan jalan yang jalan hanya ini bisa gak kita konsolidasi diri untuk menjatuhkan Prabowo," kata Saiful.
Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan peserta acara. Dia juga menyebut upaya tersebut sebagai cara menyelamatkan diri dan bangsa.
"Hanya itu, kalau nasehati Prabowo gak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan. Itulah menyelamatkan bukan selamatkan Prabowo tapi menyelamatkan diri kita dan bangsa ini. Terimakasih," tandasnya.

