Surabaya – Bursa pelatih Persebaya Surabaya memanas dengan nama Shin Tae-yong (STY) mencuat kuat sebagai kandidat utama, didorong desakan masif dari suporter setia, Bonek. Situasi ini tidak hanya berpotensi mengakhiri penantian panjang klub akan pelatih permanen, tetapi juga bisa mencetak sejarah baru: kehadiran pelatih asal Korea Selatan pertama dalam skuad *Green Force* sepanjang sejarah modern.
Perdebatan mengenai pelatih kepala permanen mengemuka setelah manajemen memutus kerja sama dengan Eduardo Pérez pada 22 November 2025. Sejak saat itu, duet Uston Nawawi dan Shin Sang-gyu memimpin tim, termasuk dalam laga tunda Super League 2025/2026 melawan PSM Makassar pada 6 Desember 2025.
Namun, harapan Bonek kini tertuju pada Shin Tae-yong, yang kini berstatus bebas kontrak usai dilepas Ulsan HD Korea Selatan. Kondisi ini menjadi momentum ideal bagi suporter yang menginginkan Persebaya ditangani sosok berpengalaman dan visioner.
Antusiasme Bonek terlihat jelas di berbagai platform media sosial klub. Komentar seperti “STY cocok Iki” dan “Disandingno STY muasok iki” membanjiri jagat maya, menunjukkan optimisme tinggi terhadap kemungkinan kedatangan pelatih yang sukses mengembangkan Timnas Indonesia tersebut.
Kehadiran Shin Sang-gyu dalam jajaran staf pelatih *caretaker* menambah kuat spekulasi ini. Mantan asisten STY di Timnas Indonesia itu diyakini akan cepat beradaptasi jika kembali berkolaborasi di Surabaya, menciptakan sinergi yang diidamkan Bonek.
Fakta menariknya, data sejarah Persebaya Surabaya sejak 1988 menunjukkan klub belum pernah sekalipun ditangani pelatih berkebangsaan Korea Selatan. Deretan nama yang pernah mengisi kursi pelatih *Green Force* didominasi figur lokal serta pelatih dari Eropa dan Amerika Latin, seperti Rusdy Bahalwan, Aji Santoso, Jacksen Tiago, hingga Aleksandar Kostov dan Josep Gombau.
Jika STY benar-benar bergabung, ia akan menjadi pelatih Korea Selatan pertama yang menukangi klub kebanggaan Kota Pahlawan, menandai babak baru dalam sejarah panjang Persebaya.
Momen ini terasa semakin tepat mengingat Persebaya Surabaya sedang dalam fase rekonstruksi setelah performa naik-turun. Bonek percaya kolaborasi STY dan Shin Sang-gyu dapat membangun struktur permainan modern yang selama ini mereka rindukan.
Stabilitas pelatih menjadi tantangan serius bagi Persebaya. Paul Munster memimpin selama 516 hari, sementara Eduardo Pérez hanya 172 hari. Uston Nawawi, meski beberapa kali menjadi *caretaker* dan cukup solid, belum mampu memberikan jaminan jangka panjang. Kehadiran pelatih sekaliber STY diharapkan membawa filosofi progresif dan konsistensi.
Sebelumnya, manajemen dikaitkan dengan beberapa kandidat lain seperti Bernardo Tavares dan Eduardo Almeida, namun rumor tersebut tidak terealisasi. Ketidakpastian ini semakin membuat Bonek menggantungkan harapan pada Shin Tae-yong, yang dinilai memiliki rekam jejak kuat dalam membangun tim dari nol.
Kini, mata seluruh pencinta sepak bola nasional tertuju pada keputusan manajemen Persebaya Surabaya. Akankah mereka mencetak sejarah dengan mendatangkan pelatih Korea Selatan pertama, atau memilih jalan lain? Harapan Bonek sudah jelas, kini giliran manajemen menentukan langkah strategis untuk masa depan *Green Force* di sisa musim Super League 2025/2026.

