IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

OJK Optimistis: Pembiayaan Kendaraan Listrik Terus Meningkat Secara Signifikan

Jakarta – Pembiayaan kendaraan listrik melonjak signifikan menjelang berakhirnya insentif impor pada penghujung tahun 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, *outstanding* pembiayaan kendaraan listrik pada Agustus 2025 mencapai Rp 19,45 triliun, tumbuh 5,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh keputusan pemerintah yang tidak akan memperpanjang insentif impor mobil listrik utuh (Completely Built-Up/CBU) mulai tahun 2026.

Angka tersebut menempatkan porsi penyaluran pembiayaan kendaraan listrik sebesar 3,65 persen dari total penyaluran pembiayaan industri multifinance. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, memperkirakan peningkatan permintaan akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2025, mendorong kinerja pembiayaan sektor ini.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebelumnya telah memastikan bahwa insentif untuk mobil berbasis baterai listrik (Battery Electric Vehicle/BEV) yang dijual melalui skema impor CBU tidak akan berlaku lagi mulai 2026. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong investasi dan produksi domestik.

Saat ini, pemerintah memberikan insentif berupa pembebasan bea masuk serta keringanan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk importasi CBU mobil listrik. Syaratnya, perusahaan penerima manfaat wajib melakukan produksi dalam negeri dengan rasio 1:1 dari jumlah kendaraan CBU yang diimpor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, “Insya Allah tidak akan lagi kami keluarkan izin CBU, izin CBU dalam konteks skema investasi dengan mendapatkan manfaat (insentif).” Pernyataan senada juga disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta.

Pakar Bank Dunia: Krisis Jadi Momentum RI Keluar dari Middle Income Trap

Enam perusahaan saat ini menjadi penerima manfaat insentif importasi BEV. Mereka adalah PT National Assemblers (untuk merek Citroen, AION, dan Maxus), PT BYD Auto Indonesia, PT Geely Motor Indonesia, PT VinFast Automobile Indonesia, PT Era Industri Otomotif (Xpeng), dan PT Inchape Indomobil Energi Baru (GWM Ora).

Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki komitmen rencana investasi di Indonesia sebesar Rp 15,52 triliun dengan target kapasitas produksi hingga 305 ribu unit sebagai imbal balik dari program insentif ini. Kemenperin terus mendorong para penerima manfaat untuk segera merealisasikan produksinya secara domestik.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

04

Profil Ikhwan Ali Tanamal, Debutan Gemilang Persib Bandung Lawan Arema FC

05

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

06

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

07

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

08

Program B50 Resmi Meluncur, Ini Prospek dan Rekomendasi Saham Emiten CPO

Berita Terbaru