Jakarta – Brigjen Nasri ditunjuk memimpin Polda Sulawesi Tengah setelah namanya masuk dalam daftar mutasi Kapolri yang tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026. Dokumen itu ditandatangani As SDM Kapolri Irjen Anwar.
Penugasan tersebut menandai babak baru dalam karier Nasri yang telah 25 tahun mengabdi di Korps Bhayangkara. Lulusan Akpol 1991, satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, itu menempuh perjalanan panjang di sejumlah wilayah strategis.
Kariernya sempat bersinggungan dengan Tangerang saat menjabat Wakapolres Metro Tangerang pada 2010. Setahun kemudian, ia dipercaya memimpin Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten sebagai Dirreskrimum.
Pada 2014, Nasri bergeser ke Polda Kalimantan Selatan dan mengisi posisi Dirreskrimsus. Pengalaman itu kemudian membawanya ke markas pusat Polri, ketika ia ditugaskan sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidter Bareskrim Polri pada 2016.
Perwira asal Makassar itu lalu kembali bertugas di Kalimantan. Masih pada 2016, ia didapuk sebagai Dirreskrimsus Polda Kaltim sebelum naik menjadi Wakapolda Kalimantan Selatan pada 2017.
Setelah itu, ia sempat menjabat Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri pada 2018. Nasri kemudian memperkuat barisan pendidikan Polri di Sespim Lemdiklat Polri hingga 2022.
Usai menyelesaikan penugasan di lingkungan pendidikan, ia kembali ke Sulawesi Selatan dan mengabdi di daerah asalnya hingga 2026. Kini, tantangan baru menunggu saat ia memegang kendali keamanan di Sulteng.
Provinsi tersebut selama ini kerap disebut rawan aksi terorisme, terutama di Kabupaten Poso. Kondisi itulah yang diperkirakan akan menjadi fokus utama dalam kepemimpinan Nasri ke depan.

