Berita

LRT Jakarta Rute Velodrome-Manggarai Terus Dikebut, Progres Konstruksi Sentuh 80 Persen.

JAKARTA – Proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta fase 1B rute Velodrome-Manggarai ditargetkan rampung dan mulai beroperasi penuh pada Agustus 2026. Hingga pekan kedua November 2025, progres pembangunan infrastruktur LRT ini secara keseluruhan telah mencapai 80,57 persen.

Direktur Proyek LRT Jakarta, Ramdani Akbar, menyatakan bahwa target penyelesaian tersebut masih konsisten. “Target penyelesaian proyek LRT Jakarta fase 1B, kita masih tetap menargetkan agar proyek ini selesai di Agustus 2026 rampung semuanya,” kata Ramdani dalam sesi media briefing di Stasiun LRT Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (26/11/2025).

Ramdani merinci capaian 80,57 persen pembangunan infrastruktur tersebut. Untuk viaduk atau jalur layang yang melintasi kawasan Jalan Pramuka dan Matraman, progresnya telah mencapai 95,40 persen.

Sementara itu, progres pembangunan stasiun menunjukkan variasi: Stasiun Rawamangun mencapai 91,69 persen, Stasiun Pramuka BPKP 65,29 persen, Stasiun Matraman 65,89 persen, dan Stasiun Manggarai 30,42 persen. Progres di Stasiun Manggarai menjadi yang terendah karena kondisi lapangan yang sempit dan menantang.

Ramdani juga menyoroti tiga titik krusial dalam keseluruhan proses pembangunan fase 1B ini. Ketiga titik tersebut berada di Tol Wiyoto Wiyono yang memerlukan pembangunan di atas jalan tol, Matraman, dan Manggarai. “Pada saat ini proses pekerjaannya alhamdulillah lancar di segmen Tol Wiyoto Wiyono ini,” tambahnya.

Lonjakan Minyakita Buka Rapor Merah Zulkifli Hasan

Selain pembangunan fisik, persiapan operasional juga menjadi fokus utama. Direktur Utama PT LRT Jakarta, Roberto Akyuwen, mengungkapkan bahwa perusahaan telah merekrut 20 masinis baru sebagai persiapan pengoperasian rute Velodrome Rawamangun–Manggarai.

“Kita mulai dari mempersiapkan hal-hal yang paling substansial dan membutuhkan waktu penyiapan yang paling lama. Salah satunya adalah mengenai SDM, khususnya masinis,” jelas Roberto. Perekrutan 20 masinis ini telah dimulai sejak awal tahun 2025, dan mereka telah mulai bekerja di kantor LRT Jakarta sejak Juni 2025.

Roberto menjelaskan, perekrutan dini ini bertujuan untuk melengkapi komposisi masinis yang sudah ada serta mempersiapkan kompetensi teknis dan pencapaian jam operasional minimum. Menurutnya, seorang masinis memerlukan ribuan jam pelatihan dan operasional sebelum dapat menjadi pengemudi utama.

Sebagai informasi, operasional LRT Jakarta masih mengandalkan masinis, berbeda dengan LRT Jabodebek yang saat ini telah beroperasi secara otomatis tanpa pengemudi.

Komentar
Inggris Kerahkan HMS Dragon untuk Amankan Selat Hormuz

Berita Populer

01

Bapenda Sumbar Latih Pemeriksa Pajak untuk Tingkatkan PAD

02

Purbaya Jelaskan Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

03

Rahmat Saleh Tekankan Guru Bentuk Karakter di Era AI

04

BSI Maslahat Resmikan Wakaf Sumur Bor, Atasi Krisis Air Desa Maman

05

AHY Gagas Giant Sea Wall Pantura Libatkan Investor dan 23 Kementerian

06

Basarnas Pastikan Masih Bisa Komunikasi dengan Korban Terhimpit Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

07

TB Hasanuddin Desak Kajian Matang Hibah Kapal Induk Italia

08

Pasaman Pacu 400 Atlet Lewati Tes Fisik Porprov 2026

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com