Sport

Lakshya Sen Ungkap Strategi Jitu Usai Kalahkan Penjegal Jonatan Christie

Sydney – Pebulu tangkis tunggal putra India, Lakshya Sen, berhasil merengkuh gelar juara Australia Open 2025 setelah menumbangkan sensasi asal Jepang, Yushi Tanaka, pada Minggu (23/11/2025). Sen menutup perjalanan sulitnya di tahun 2025 dengan kemenangan dua gim langsung, 21-15 dan 21-11, dalam partai puncak yang berlangsung solid. Kemenangan ini sekaligus memupus harapan Tanaka yang sebelumnya mengejutkan banyak pihak, termasuk menyingkirkan wakil Indonesia, Jonatan Christie.

Usai pertandingan, Sen mengungkapkan kebahagiaannya bisa menutup tahun dengan sebuah gelar. Ia mengakui tahun 2025 penuh dengan pasang surut, terutama karena cedera yang sempat menghambatnya di awal tahun.

“Saya banyak mengalami naik dan turun pada tahun ini. Apalagi, saya mengalami cedera pada awal tahun lalu,” ujar Sen.

Namun, ia pantang menyerah dan terus bekerja keras. “Senang rasanya saat akhir tahun saya berakhir dengan hasil yang baik. Selanjutnya, saya tak sabar melihat apa yang akan terjadi ke depannya. Sungguh, saya puas dengan permainan saya sepanjang pekan dan hari ini,” tambahnya, menunjukkan kepuasannya atas performanya di turnamen ini.

Sementara itu, Yushi Tanaka tampil sebagai kuda hitam yang mencuri perhatian sepanjang turnamen di Australia. Ia berhasil menumbangkan sejumlah nama besar dalam perjalanannya menuju final.

Evaluasi Kegagalan Thomas Cup 2026, PBSI Soroti Kinerja Dua Pelatih

Salah satu kejutan terbesarnya terjadi pada babak 32 besar saat Tanaka berhasil menyingkirkan unggulan Indonesia, Jonatan Christie. Dalam duel sengit tersebut, Jonatan harus mengakui keunggulan Tanaka dengan skor telak 17-21 dan 7-21.

Setelah kekalahan pahit tersebut, pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo ini tidak menampik bahwa penampilannya jauh dari harapan. “Hari ini, sangat jauh dari apa yang telah dipersiapkan. Permainan jelek, di satu sisi juga tidak berkembang,” aku Jonatan.

Ia juga menyoroti beberapa momen penting yang menghambat momentumnya. “Pada gim pertama, beberapa kali poin sudah mepet, namun matinya malah yang tidak-tidak. Ada juga momen bola bergulir di net, jadi menghentikan momentum saya untuk mengejar,” pungkasnya.

Komentar

Berita Populer

01

Bapenda Sumbar Latih Pemeriksa Pajak untuk Tingkatkan PAD

02

Rahmat Saleh Tekankan Guru Bentuk Karakter di Era AI

03

Purbaya Jelaskan Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

04

AHY Gagas Giant Sea Wall Pantura Libatkan Investor dan 23 Kementerian

05

BSI Maslahat Resmikan Wakaf Sumur Bor, Atasi Krisis Air Desa Maman

06

TB Hasanuddin Desak Kajian Matang Hibah Kapal Induk Italia

07

Basarnas Pastikan Masih Bisa Komunikasi dengan Korban Terhimpit Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

08

Pasaman Pacu 400 Atlet Lewati Tes Fisik Porprov 2026

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com