Ekonomi

Kinerja HRTA Melesat di Kuartal I-2026, Simak Rekomendasi Sahamnya

JAKARTA – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencatatkan performa keuangan yang impresif pada kuartal I-2026. Emiten manufaktur emas batangan dan perhiasan ini berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang signifikan, meski industri emas kini mulai memasuki fase normalisasi harga.

Sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026, HRTA meraup pendapatan sebesar Rp 20,16 triliun. Angka ini melonjak 196,96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 6,78 triliun. Sejalan dengan itu, laba bersih perusahaan ikut terkerek 189,48% menjadi Rp 433,49 miliar dari sebelumnya Rp 149,75 miliar.

Lonjakan kinerja ini didorong oleh kenaikan volume penjualan emas murni sebesar 75,18% menjadi 7,83 ton. Selain itu, harga jual rata-rata (ASP) juga meningkat tajam sebesar 71,01% menjadi Rp 2.567.213 per gram.

Secara struktur bisnis, segmen grosir menjadi kontributor utama pendapatan dengan porsi mencapai 90,60%. Segmen ini mencakup transaksi dengan institusi keuangan, bullion bank, serta perbankan syariah. Sementara itu, segmen ritel menyumbang 9,13% dan segmen gadai berkontribusi 0,26%.

Direktur Utama Hartadinata Abadi, Sandra Sunanto, menyatakan bahwa capaian positif di awal tahun ini merupakan hasil dari penguatan ekosistem bisnis yang terintegrasi. Perusahaan berkomitmen untuk terus mengoptimalkan kapasitas produksi dan memperluas jaringan distribusi guna menjaga keberlanjutan pertumbuhan.

Sillo Maritime (SHIP) bagi dividen tunai Rp 95,19 miliar, cek jadwalnya

“Kami fokus pada penguatan ekosistem bisnis yang terintegrasi dan optimalisasi kapasitas produksi,” ujar Sandra dalam keterangan resminya, Kamis (7/5).

Di tengah kinerja yang cemerlang, HRTA kini resmi bergabung dalam indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia untuk periode Mei–Juli 2026. Bagi perseroan, masuknya saham ke dalam indeks bergengsi ini merupakan bukti kepercayaan pasar terhadap fundamental bisnis dan likuiditas saham perusahaan.

Menanggapi prospek perusahaan, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menilai kinerja HRTA masih prospektif. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan tiga digit ke depan akan lebih menantang karena basis kinerja yang sudah tinggi.

Wafi memprediksi permintaan emas batangan tetap kuat selama ketidakpastian global berlanjut dan nilai tukar rupiah masih mengalami tekanan. Namun, perusahaan perlu mewaspadai sejumlah risiko seperti volatilitas harga emas, kenaikan biaya bahan baku, serta risiko margin jika terjadi koreksi harga emas yang tajam.

Terkait posisi HRTA di indeks LQ45, Wafi menilai hal ini akan meningkatkan eksposur perusahaan terhadap investor institusi dan asing. Langkah ini berpotensi memperbaiki valuasi saham karena persepsi pasar yang lebih baik terhadap tata kelola perusahaan.

IHSG Melemah ke 7.168, Saham MBMA, INCO, dan MDKA Memimpin Penurunan

“Masuknya saham ke indeks besar membantu rerating valuasi karena dianggap naik kelas dari sisi tata kelola,” jelas Wafi.

Saat ini, Wafi merekomendasikan *hold* untuk saham HRTA dengan target harga di level Rp 2.850 per saham.

Komentar

Berita Populer

01

Bapenda Sumbar Latih Pemeriksa Pajak untuk Tingkatkan PAD

02

Rahmat Saleh Tekankan Guru Bentuk Karakter di Era AI

03

AHY Gagas Giant Sea Wall Pantura Libatkan Investor dan 23 Kementerian

04

Purbaya Jelaskan Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

05

BSI Maslahat Resmikan Wakaf Sumur Bor, Atasi Krisis Air Desa Maman

06

Pasaman Pacu 400 Atlet Lewati Tes Fisik Porprov 2026

07

Basarnas Pastikan Masih Bisa Komunikasi dengan Korban Terhimpit Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

08

TB Hasanuddin Desak Kajian Matang Hibah Kapal Induk Italia

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com