JAKARTA, Gonesia.com – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, berhasil mematahkan dominasi wakil China, Wang Zhiyi, dalam laga perempat final Japan Open 2026 yang berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jumat (17/7/2026).
Kemenangan ini menjadi tonggak sejarah pribadi bagi Putri lantaran ia sukses menghentikan tren tujuh kekalahan beruntun atas pemain peringkat atas dunia tersebut.
Putri sempat tertinggal jauh di gim pertama dengan skor telak 9-21.
Namun, ia menunjukkan ketahanan fisik dan mental yang luar biasa untuk membalikkan keadaan di dua gim berikutnya.
Pemain asal Tangerang ini akhirnya memastikan tiket semifinal setelah mengunci kemenangan dengan skor 21-17 dan 21-4.
Hasil impresif ini sekaligus menjadi sinyal kebangkitan bagi tunggal putri Indonesia di kancah internasional.
Putri mengakui bahwa beban psikologis selama ini cukup berat saat harus menghadapi lawan-lawan elit di jajaran papan atas dunia.
“Rasanya sangat melegakan karena akhirnya saya bisa menang. Selama ini, kalau bertemu Wang Zhiyi, An Se Young, atau Akane (Yamaguchi), saya biasanya hanya mampu memaksakan rubber game sebelum akhirnya kalah.”
Dia menambahkan bahwa keberhasilan menembus dominasi lawan memberikan kepuasan tersendiri bagi perkembangan kariernya.
“Kali ini hasilnya berbeda dan itu membuat saya benar-benar bahagia,” ujarnya.
Pebulu tangkis berusia 23 tahun tersebut mengungkapkan bahwa kunci utama dalam pertandingan ini terletak pada stabilitas mental.
Ia menyadari bahwa setiap kelengahan sekecil apa pun akan berakibat fatal saat berhadapan dengan pemain sekaliber Wang Zhiyi.
“Saya berusaha menjaga fokus sepanjang pertandingan karena sedikit saja lengah bisa langsung dimanfaatkan lawan.”
Ia menjelaskan bahwa intensitas permainan yang tinggi menuntut konsentrasi penuh dari awal hingga akhir pertandingan.
“Pertandingannya sangat menguras tenaga, tetapi kemenangan ini memberi kepercayaan diri yang besar untuk menghadapi laga berikutnya,” lanjutnya.
Keberhasilan menembus babak semifinal Japan Open 2026 ini bukan sekadar pencapaian angka, melainkan validasi atas peningkatan performa yang ia lakukan selama masa persiapan.
Putri kini bersiap menghadapi tantangan yang jauh lebih berat di babak empat besar.
Ia dijadwalkan akan berhadapan dengan pemain tuan rumah sekaligus salah satu rival terkuatnya, Akane Yamaguchi.
Pertandingan tersebut diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi permainan Putri di turnamen ini.
Dukungan publik Jepang terhadap Akane tentu akan menjadi faktor eksternal yang harus diantisipasi oleh tim pelatih Indonesia.
Data statistik menunjukkan bahwa Putri telah melakukan evaluasi mendalam terkait pola permainannya sejak turnamen Indonesia Open 2026 lalu.
Perubahan strategi dalam menjaga ritme permainan terbukti efektif dalam meredam agresivitas lawan di gim ketiga.
Kini, seluruh mata pencinta bulu tangkis tanah air tertuju pada performa Putri di laga semifinal esok hari.
Keberhasilan ini diharapkan mampu memotivasi atlet tunggal putri Indonesia lainnya untuk tampil lebih kompetitif di turnamen level atas.


