Ekonomi

Hutama Karya Menanti Keputusan Danantara Terkait Merger BUMN Karya

Jakarta – Proses penggabungan tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya terus bergulir, dengan PT Hutama Karya (Persero) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk masih menanti arahan resmi dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Sambil menunggu, perusahaan-perusahaan tersebut aktif melakukan konsolidasi dan penyesuaian internal.

Tujuh BUMN Karya yang akan digabungkan adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT PP (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, kepada awak media di Jakarta, Jumat (29/11/2025), menyatakan pihaknya terus melakukan konsolidasi internal. Ia menyebut perseroan belum mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses penggabungan ini, seraya menunggu arahan dari Danantara.

Dari entitas anak, Direktur Utama PT PP Properti Tbk (PPRO) Dyah Rahadyannie, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (28/11/2025), menjelaskan rencana merger BUMN Karya merupakan bagian dari restrukturisasi. PPRO, sebagai anak usaha PT PP (Persero) Tbk (PTPP), kini menjalankan penyesuaian internal demi menyelaraskan diri dengan arah kebijakan pemegang saham.

Dyah menegaskan, PPRO memandang Program Danantara sebagai agenda restrukturisasi yang bertujuan memperkuat fundamental industri konstruksi secara keseluruhan. Secara strategis, PPRO fokus menata portofolio proyek agar memiliki fokus kuat pada segmen dengan perputaran arus kas cepat dan kebutuhan belanja modal (capex) efektif, seperti proyek *landed house*.

Gubernur BI Ajak Jaga Stabilitas dan Pacu Pertumbuhan Ekonomi pada 2026

Langkah ini juga mencakup peningkatan efisiensi operasional dan pengendalian biaya. Menurut Dyah, upaya ini untuk memastikan kinerja perseroan lebih sehat dalam jangka menengah. Dengan langkah ini, Dyah berharap perubahan restrukturisasi di level BUMN Karya dapat berjalan baik dan meningkatkan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk Muhammad Hanugroho, dalam paparan publiknya di Bursa Efek Indonesia yang dikutip pada Senin (10/11/2025), mengonfirmasi bahwa proses penggabungan BUMN Karya masih berlangsung. Sembari menunggu, Waskita Karya memfokuskan diri pada percepatan divestasi untuk menekan beban utang dan *cost of fund* yang tinggi.

Hanugroho menambahkan, Waskita juga menjaga dukungan berkelanjutan selama proses integrasi dengan Danantara dan BP BUMN. Merger BUMN Karya ditargetkan rampung pada tahun 2026, meliputi penyatuan aset, sumber daya manusia, dan kepatuhan.

Berbeda dari BUMN Karya lain, Waskita sebagian besar dibiayai secara komersial, sehingga disiplin finansial menjadi kunci utama bagi perseroan. Prioritas divestasi Waskita saat ini meliputi proyek KLBM (Krian-Legundi-Bunder-Manyar) dan Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu).

Di sisi lain, Hanugroho juga menyatakan, Waskita Karya terus menjaga ekuitas agar tidak negatif melalui mitigasi risiko dan penanganan keterlambatan divestasi. Optimalisasi piutang dari anak usaha juga dilakukan untuk memperkuat kas dan kepercayaan kreditur.

Bank Indonesia Memproyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mencapai 5,7 Persen pada 2026

Komentar

Berita Populer

01

Amanda Manopo Ungkap Curahan Hati Usai Menikah dengan Kenny Austin

02

Timnas U-22 Indonesia Tantang Mali dalam Laga Uji Coba Level Dua?

03

KPK Dalami Dugaan Korupsi Digitalisasi SPBU, Periksa Eks Pejabat Pertamina

04

Pustaka Alam Desak Satgas PKH Evaluasi Data Lahan yang Dikuasai

05

Delapan Kepala OPD Pemkot Bandung Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Kasus Korupsi.

06

Bio Farma Dukung Kejagung Usut Dugaan Korupsi di Kimia Farma

Berita Terbaru











× www.domainesia.com
× www.domainesia.com