Jakarta – Pemanggilan pemain berdarah Amerika Serikat-Indonesia, Adrian Wibowo, ke Tim Nasional Indonesia untuk FIFA Matchday September 2025 menjadi sorotan publik. Klubnya, Los Angeles FC (LAFC), secara resmi mengumumkan kabar tersebut yang memicu pertanyaan besar di tengah minimnya informasi. Menanggapi hal ini, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, segera memberikan penjelasan terkait status dan potensi bergabungnya pesepak bola keturunan Surabaya itu dengan skuad Garuda.
Pengumuman LAFC pada Rabu (3/9) pagi menyebut Adrian Wibowo sebagai satu dari lima pemain yang akan memperkuat negara mereka dalam jeda internasional. Informasi ini sontak menarik perhatian karena belum pernah ada kabar sebelumnya mengenai pemanggilan Adrian, bahkan kepemilikan paspor Indonesianya pun menjadi tanda tanya besar.
Erick Thohir menjelaskan bahwa Adrian Wibowo memiliki jalur yang berbeda untuk dapat membela Timnas Indonesia. “Adrian Wibowo sendiri tentu berbeda karena memang bapaknya lahir di Indonesia, dia sendiri punya opsi yang baik. Nanti tunggu saja prosesnya. Karena prosedurnya beda,” kata Erick Thohir dalam keterangan pers di Kementerian Hukum, pada hari yang sama.
Meski demikian, Erick Thohir meyakini kehadiran Adrian Wibowo akan menjadi amunisi tambahan yang penting bagi Timnas Indonesia. Ia menekankan bahwa pemain dengan posisi menyerang sangat dibutuhkan untuk memperkuat skuad Garuda.
Pernyataan ini sejalan dengan upaya PSSI memperkuat tim nasional, termasuk melalui proses naturalisasi. Sebelumnya, naturalisasi pemain sayap Miliano Jonathans juga telah rampung, memperkaya opsi di lini serang. Erick Thohir pun berharap penyerang Ragnar Oratmangoen dapat segera pulih setelah cedera panjangnya.
Selain Adrian Wibowo, LAFC juga mengumumkan empat pemain lain yang mendapat panggilan tugas negara. Mereka adalah Mathieu Choiniere (Kanada), Son Heung Min (Korea Selatan), Nathan Ordaz (El Salvador), dan Denis Bouanga (Gabon).

