IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Colliers: Hotel Jakarta Hadapi Penurunan Okupansi, Kenaikan Tarif Sewa Berlanjut

Jakarta – Tingkat keterisian rata-rata hotel di Jakarta pada Agustus 2025 belum berhasil melampaui capaian tahun 2024. Colliers Indonesia mengungkapkan, penurunan okupansi ini terutama disebabkan oleh berkurangnya pasar dari pemerintah menyusul kebijakan efisiensi anggaran yang mulai diberlakukan pada awal tahun.

Kepala Departemen Riset Colliers Indonesia, Ferry Salanto, menjelaskan bahwa efek dari instruksi efisiensi anggaran pemerintah masih sangat terasa hingga saat ini. Penurunan permintaan dari sektor pemerintah ini, imbuhnya, berdampak signifikan pada hotel-hotel di kawasan bisnis seperti Jakarta dan bahkan Surabaya, yang memang mengandalkan pemerintah sebagai pasar utamanya. Isu geopolitik juga turut memengaruhi bisnis perhotelan.

Meskipun okupansi hotel di Jakarta turun, Ferry Salanto menyoroti bahwa rata-rata tarif harian (Average Daily Rate/ADR) per Agustus 2025 justru tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ia tidak merinci besaran kenaikan tarif tersebut, namun menegaskan bahwa tingkat harga rata-rata bulanan berada di atas rata-rata.

Ferry memaparkan, rendahnya tingkat keterisian hotel memang diakibatkan oleh berkurangnya pasar dari pemerintah. Namun, pasar hotel Jakarta juga banyak ditopang oleh korporasi non-pemerintah atau swasta, serta dari *Free Independent Traveler* (FIT). Kondisi ini memungkinkan hotel untuk menetapkan tarif sewa yang lebih tinggi dari sebelumnya, karena segmen pasarnya kini beralih ke non-pemerintah.

“Jadi, terlihat di sini, meskipun okupansinya rendah, tingkat ADR yang bisa didapatkan oleh hotel itu memang relatif lebih tinggi,” kata Ferry dalam diskusi daring pada Rabu, 1 Oktober 2025.

Purbaya Pertanyakan Akurasi Data Desil BPS Terkait Kriteria Penerima Bantuan

Dari sisi pasokan, Ferry Salanto menyebut kondisi pasar relatif terkendali. Tidak ada penambahan hotel yang signifikan hingga tahun 2028, kecuali masuknya beberapa hotel bintang empat. “Secara umum, ini tidak terlalu mengkhawatirkan, tidak seperti beberapa tahun lalu yang pertumbuhan hotelnya sangat cepat,” pungkasnya.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

04

Profil Ikhwan Ali Tanamal, Debutan Gemilang Persib Bandung Lawan Arema FC

05

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

06

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

07

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

08

Program B50 Resmi Meluncur, Ini Prospek dan Rekomendasi Saham Emiten CPO

Berita Terbaru