IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

BI Diprediksi Naikkan Suku Bunga ke 5 Persen demi Perkuat Rupiah

JAKARTA – Lembaga riset Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan Bank Indonesia (BI) berpotensi menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) hingga 5 persen. Langkah ini dinilai mendesak menyusul pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level di atas Rp17.500 per dolar AS pada Selasa, 12 Mei 2026.

Head of Macroeconomics and Market Research Permata Bank, Faisal Rachman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah merevisi proyeksi kebijakan moneter tahun 2026. Ia memperkirakan adanya kenaikan sebesar 25 basis poin dari posisi saat ini yang berada di angka 4,75 persen.

“Tahun 2026 ini ruang kenaikan BI-Rate terbuka lebar. Kami memproyeksikan kemungkinan kenaikan 25 basis poin akan terjadi pada semester pertama, yakni sekitar Mei atau Juni ini,” ujar Faisal dalam agenda Virtual Media Briefing PIER Economic Review, Selasa (12/5/2026).

Menurut Faisal, pelemahan rupiah yang telah menembus ambang batas 4 persen menjadi pemicu utama. Secara historis, bank sentral cenderung mengambil langkah penyesuaian suku bunga jika depresiasi mata uang telah melampaui level 3 persen.

PIER mengidentifikasi tiga faktor krusial yang mendasari potensi kenaikan suku bunga ini. Pertama, adanya risiko peningkatan inflasi. Kedua, potensi pelebaran defisit pada neraca transaksi berjalan (*current account balance*).

DPLK Bank BJB Tingkatkan Literasi Perencanaan Dana Pensiun Masyarakat

Ketiga, faktor kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Fed. Meskipun ada sinyal penurunan suku bunga, Faisal menilai ruang pemangkasan tersebut tetap terbatas di sepanjang tahun ini.

Sinyal mengenai pengetatan kebijakan juga sempat disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Ia menegaskan bahwa ruang untuk menurunkan BI-Rate ke depan semakin tertutup seiring dengan kebutuhan bank sentral untuk melakukan rekalibrasi kebijakan demi menjaga stabilitas ekonomi.

“Meskipun BI-Rate saat ini kami pertahankan di 4,75 persen, ke depan ruang penurunannya makin tertutup. Kami harus menyikapinya demi menjaga stabilitas,” tegas Perry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI pada 8 April 2026 lalu.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

04

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

05

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

06

Program B50 Resmi Meluncur, Ini Prospek dan Rekomendasi Saham Emiten CPO

07

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

08

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

Berita Terbaru