Liverpool – Striker Alexander Isak langsung mencuri perhatian setelah resmi memulai latihan perdananya bersama Liverpool. Namun, di tengah antusiasme kehadirannya di Anfield, tim nasional Swedia, negaranya, justru dilanda drama serius menyusul ancaman pembunuhan yang diterima para pemainnya.
Isak, yang baru saja menyelesaikan transfer rekor ke Liverpool pekan lalu, tampak penuh energi di Melwood Training Ground pada Rabu (10/9). Pemain berusia 25 tahun itu bergabung dengan rekan-rekan barunya hanya 24 jam setelah membela Swedia dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Kosovo.
Di bawah arahan pelatih baru Arne Slot, Isak menunjukkan antusiasme tinggi pada sesi latihan. Meski demikian, belum ada kepastian apakah ia akan diturunkan sejak awal saat The Reds menghadapi Burnley di Turf Moor pada Minggu (14/9) mendatang.
Kabar mengenai Isak ini datang bersamaan dengan ketegangan di timnas Swedia. Sebelumnya, Isak tampil sebagai pemain pengganti dalam laga melawan Kosovo pada Senin (8/9). Swedia menelan kekalahan 0-2 dari tim yang bermain dengan 10 orang, hasil yang semakin memperburuk posisi mereka di klasemen kualifikasi.
Saat ini, Swedia tertinggal lima poin dari pemuncak klasemen, Swiss, dan dua poin di belakang Kosovo. Kekalahan tersebut memicu kemarahan sebagian pendukung. Akibatnya, sejumlah pemain, termasuk Viktor Gyokeres dan Victor Lindelof, menerima ancaman pembunuhan melalui media sosial.
Federasi Sepak Bola Swedia (SvFF) menanggapi serius kasus tersebut. Kepala keamanan SvFF, Martin Fredman, menyatakan bahwa sekitar sepuluh komentar yang dianggap melampaui batas telah dilaporkan ke pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.
Meskipun situasi di timnas Swedia tengah memanas, kehadiran Isak justru membawa angin segar bagi Liverpool. Musim lalu, ia mencetak 23 gol di Premier League bersama Newcastle United dan kini diharapkan menjadi mesin gol baru bagi The Reds.
Debut Alexander Isak bersama Liverpool di Liga Inggris tinggal menunggu waktu. Di tengah badai ancaman yang melanda tim nasionalnya, kehadirannya di Anfield diharapkan menjadi awal baru yang penuh harapan bagi kariernya dan masa depan Liverpool musim ini.

