IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

BI Pangkas Suku Bunga Lima Kali di 2025, Pasar Bereaksi Positif

Jakarta – Bank Indonesia (BI) telah lima kali memangkas suku bunga acuan sepanjang tahun 2025. Langkah ini dinilai positif bagi pasar dan sejalan dengan kebijakan fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menyatakan bahwa penurunan BI rate mencerminkan kebijakan bank sentral yang akomodatif. Penurunan ini diharapkan dapat memperkuat penyaluran likuiditas ke sektor perbankan dan ekonomi riil.

BI sendiri melihat bahwa suku bunga kredit perbankan saat ini masih tergolong tinggi dan belum menunjukkan penurunan yang sejalan dengan penurunan BI rate. Oleh karena itu, percepatan penurunan suku bunga kredit bank dinilai penting untuk mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain penurunan suku bunga, perbaikan di sisi permintaan juga perlu didorong. Artinya, ekonomi harus menunjukkan kinerja yang baik dan ekspansi belanja harus terealisasi.

Berikut adalah rincian penurunan BI Rate pada tahun 2025:

Purbaya Pertanyakan Akurasi Data Desil BPS Terkait Kriteria Penerima Bantuan

1. 15 Januari 2025: turun 25 bps menjadi 5,75 persen
2. 21 Mei 2025: turun 25 bps menjadi 5,5 persen
3. 16 Juli 2025: turun 25 bps menjadi 5,25 persen
4. 20 Agustus 2025: turun 25 bps menjadi 5 persen
5. 17 September 2025: turun 25 bps menjadi 4,75 persen

Sebagai informasi tambahan, suku bunga Lending Facility (LF) juga diturunkan 25 bps menjadi 5,50 persen, sementara suku bunga Deposit Facility (DF) dipotong lebih dalam sebanyak 50 bps menjadi 3,75 persen.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

04

Profil Ikhwan Ali Tanamal, Debutan Gemilang Persib Bandung Lawan Arema FC

05

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

06

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

07

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

08

Program B50 Resmi Meluncur, Ini Prospek dan Rekomendasi Saham Emiten CPO

Berita Terbaru