Naples – Bintang serang Napoli, Romelu Lukaku, dipastikan menghadapi cedera otot paha yang sangat serius, namun tim medis memutuskan bahwa penyerang internasional Belgia itu tidak perlu menjalani operasi besar. Kepala Tim Medis Napoli, Raffaele Canonico, menyatakan pemulihan Lukaku berjalan sesuai jadwal, seraya juga mengabarkan kondisi terkini bek Amir Rrahmani dan David Neres yang turut dibekap cedera.
Canonico menjelaskan, Lukaku menderita robekan otot rektus femoris yang sangat parah, bahkan merusak salah satu tendon insersionalnya. Meski demikian, tim medis dan pemain sepakat memilih perawatan konservatif.
“Kami memiliki dua pilihan: perawatan konservatif atau operasi. Pemain memutuskan untuk mengikuti pilihan pertama, mengingat waktu pemulihannya tergolong mirip,” ujar Canonico, menegaskan bahwa proses pemulihan berjalan lancar sesuai prediksi awal.
Saat ini, Lukaku menjalani masa pemulihan di Belgia dengan persetujuan staf medis Napoli. Canonico memastikan pihaknya terus berkoordinasi erat dengan terapis dan rekan kerjanya di sana. Dalam beberapa minggu ke depan, salah satu terapis Napoli bahkan akan terbang ke Belgia untuk memantau langsung perkembangannya.
Cedera yang menimpa Lukaku terjadi menjelang musim kompetisi ini, tepatnya saat *Partenopei* melakoni laga persahabatan pramusim melawan Olympiakos pada 14 Agustus. Absennya Lukaku menjadi pukulan telak bagi Napoli yang berstatus favorit juara Serie A.
Musim lalu, striker internasional Belgia itu menjadi salah satu pilar utama Napoli, menyumbang 14 gol dan 11 *assist*. Kehilangan dia selama estimasi empat hingga lima bulan ke depan tentu akan sangat terasa.
Selain Lukaku, Napoli juga menghadapi masalah cedera pada pemain lain. Bek Amir Rrahmani mengalami cedera ringan pada bisep femoralisnya saat memperkuat timnas Kosovo. Dia sudah memulai rehabilitasi dan diperkirakan hanya akan absen dalam beberapa pertandingan saja.
Sementara itu, David Neres sudah menepi sejak sebelum pertandingan melawan Cagliari pada 31 Agustus. Canonico menjelaskan, Neres mengalami cedera ringan sehari sebelumnya saat latihan. Mengingat jeda internasional yang akan datang, tim memutuskan untuk tidak mengambil risiko memainkannya.
Tim medis Napoli dan staf kepelatihan Antonio Conte belakangan ini kerap mendapat kritik menyusul banyaknya cedera otot yang menimpa para pemain. Namun, Canonico membantah anggapan bahwa masalah kebugaran ini dapat sepenuhnya dicegah.
“Masih ada mitos tentang tidak adanya cedera dalam sebuah tim, tetapi siapa pun yang berolahraga pasti akan mengalami beberapa masalah. Ada beberapa faktor genetik juga, dan begitu banyak faktor berbeda yang bisa menjadi penyebab cedera,” papar Canonico.
Dia menambahkan, statistik menunjukkan bahwa Napoli sebenarnya memiliki jumlah cedera otot yang lebih rendah dibandingkan sebagian besar tim Serie A lainnya. “Kami mengalami 15 cedera otot, tetapi tim lain mengalami 40. Secara statistik, kami lebih rendah daripada dua pertiga tim Serie A lainnya pada saat ini,” pungkas Canonico.

