Sport

William Gallas: Ruben Amorim Tersesat, MU Bisa Pecat Sebelum Natal

Manchester – Posisi pelatih baru Manchester United, Ruben Amorim, berada di ujung tanduk menyusul serangkaian hasil mengecewakan di awal musim. Amorim bahkan disebut-sebut terancam kehilangan pekerjaannya di Old Trafford sebelum perayaan Natal tiba.

Tekanan besar ini mencuat setelah Setan Merah hanya mampu meraih satu kemenangan dari tiga pertandingan Liga Primer Inggris. Puncaknya, klub raksasa tersebut menelan kekalahan memalukan di ajang Carabao Cup dari tim kasta keempat, Grimsby Town.

Kritik tajam mulai berdatangan, salah satunya dari mantan bek Liga Primer, William Gallas. Situasi ini menambah pelik posisi Ruben Amorim, mengingat Manchester United sendiri baru saja melewati musim terburuk dengan finis di peringkat ke-15 pada musim lalu.

Gallas secara terang-terangan menyebut Amorim terlihat kebingungan dalam menangani skuad. “Dia terlihat tersesat. Bahasa tubuh dan respons emosionalnya tidak memberi kesan baik bagi para pemain maupun penggemar,” ujar Gallas.

Menurut Gallas, satu kekalahan lagi sudah cukup untuk menjerumuskan United ke dalam krisis yang lebih dalam. “Saya tidak yakin dia akan bertahan sampai Natal,” tambahnya.

Persib Bandung Resmi Datangkan Balsa Sekulic Gantikan Andrew Jung

Kekalahan dari Grimsby disebut menjadi titik nadir, sekaligus cerminan sulitnya transisi Amorim dari Sporting CP menuju klub sekelas Manchester United di Liga Primer. Amorim dinilai masih kesulitan mengelola skuad dengan ego tinggi, kebiasaan yang berbeda jauh saat ia bekerja dengan pemain yang lebih patuh di Sporting.

“Di United, tekanannya luar biasa. Para pemain memiliki ego besar, dan dia tampak kewalahan,” lanjut Gallas. Ia bahkan menyoroti kasus Kobbie Mainoo, di mana Amorim mencoba mengingatkan gelandang muda itu untuk bekerja lebih keras, namun respons Mainoo justru menunjukkan indikasi ketidakpatuhan.

Gallas menyamakan situasi Amorim dengan Erik ten Hag yang sebelumnya dipecat karena hasil buruk. “Saat ini Amorim terlihat seperti Ten Hag. Semua kembali pada hasil, dan kekalahan dari Grimsby benar-benar hasil yang mengejutkan,” kata Gallas. Ia menilai United kini lebih mirip tim papan tengah, yang kadang bisa bersaing dengan klub besar namun sering tampil melempem saat menghadapi tim lemah.

Selain kinerja Amorim, strategi transfer Manchester United juga tidak luput dari sorotan Gallas. Perekrutan Bryan Mbeumo dari Brentford dengan biaya awal £65 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun menjadi salah satu yang dipertanyakan.

“Dia pemain bagus, tetapi saya tidak bisa memahami mengapa harganya sebesar itu. Mereka menghabiskan banyak uang, tapi tidak banyak mengubah susunan pemain inti,” sindir Gallas. Menurutnya, strategi belanja United hanya menambah tekanan tanpa memberikan solusi nyata di lapangan.

Evaluasi Performa Timnas Voli Putri Indonesia di AVC U18 2026

Dengan hasil minor di awal musim, ditambah tekanan besar dari penggemar dan ekspektasi tinggi manajemen, masa depan Ruben Amorim di Manchester United semakin dipertanyakan. Jika tak segera bangkit, ancaman pemecatan sebelum Natal bukan lagi sekadar isu belaka.

Situasi pelik ini menempatkan Ruben Amorim, Manchester United, dan para pendukung Setan Merah dalam ketidakpastian besar. Apabila performa tak kunjung membaik, krisis klub bisa kian dalam dan memaksa manajemen untuk mengambil langkah tegas.

Komentar